ANDALEH BARUH BUKIK—Sebuah musala representatif kini berdiri di Posko Pendakian Gunung Sago via Baruh Bukik, Jorong Baruh Bukik, Nagari Andaleh Baruh Bukik, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanahdatar.
Bangunan ibadah tersebut diberi nama Musala Hamba Allah, yang diinisiasi komunitas pendaki senior U-Forty (U40) Sumatera Barat sebagai wujud kerendahan hati dan keikhlasan para donatur.
Pembangunan musala ini digerakkan sepenuhnya oleh anggota U40 Sumbar yang berusia di atas 40 tahun. Penamaan “Hamba Allah” dipilih agar tidak menonjolkan identitas komunitas pada fisik bangunan.
Secara teknis, musala dibangun dengan ukuran 3 x 3 meter. Ukuran tersebut dinilai cukup nyaman dan privat bagi pendaki maupun masyarakat sekitar untuk menunaikan ibadah.
Baca Juga: Huntap Mandiri Limapuluh Kota Dimulai, 47 KK Siap Direlokasi
Saat ini, progres pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan. Tim di lapangan tengah merampungkan fasilitas penunjang seperti pemasangan pipa air untuk kebutuhan wudu dan penyediaan kamar bilas.
Munal, anggota U40 Sumbar, menyebut pembangunan musala telah memasuki tahap akhir. “Alhamdulillah, pengerjaan Musala Hamba Allah di Posko Sago via Baruh Bukik ini sudah hampir selesai. Saat ini tinggal tahap finishing untuk pemasangan interior,” ujarnya saat meninjau lokasi, Minggu (19/04/2026).
Ia menambahkan, fasilitas air untuk wudu dan kamar bilas juga telah diselesaikan. Meski masih dalam tahap penyempurnaan, musala tersebut sudah dapat digunakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Peringatan BMKG: Gelombang Hingga 4 Meter Ancam Perairan Sumbar
Sudah Dimanfaatkan Pendaki dan Warga
Menurut Munal, kehadiran musala ini mulai dirasakan manfaatnya oleh berbagai kalangan. “Saat ini sudah bisa dipakai oleh para pendaki, para petani gula aren, serta masyarakat yang berkegiatan di sekitar Posko Pendakian Sago via Baruh Bukik,” katanya.
Ia menegaskan, akses ibadah dibuka untuk siapa saja tanpa terkecuali. Musala ini diharapkan menjadi fasilitas pendukung bagi aktivitas masyarakat di lereng Gunung Sago.
Munal juga menjelaskan filosofi penamaan musala. “Semangatnya adalah beramal sebagai hamba Allah. Semoga ini menjadi amal jariyah yang bermanfaat ke depannya,” ujarnya.
Baca Juga: Harga Plastik Naik, Sembako di Pasar Raya Padang Ikut Merangkak
Apresiasi Pengelola Posko
Kehadiran musala ini mendapat apresiasi dari pengelola jalur pendakian. Koordinator Posko Pendakian Sago via Baruh Bukik, Jumadil, menyampaikan terima kasih atas kontribusi komunitas tersebut.
“Perhatian mereka luar biasa, bahkan sampai membangunkan sebuah musala yang sangat layak bagi kami di sini. Ini sangat membantu kenyamanan para pendaki dan warga kami,” kata Jumadil.
Pengurus inti U40 menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan hasil swadaya anggota. Komunitas yang berdiri sejak Oktober 2020 itu kini memiliki 60 anggota dan konsisten melakukan aksi sosial.
Selain di Gunung Sago, U40 Sumbar juga telah merehabilitasi MCK di jalur pendakian Gunung Tandikek via Ganting serta membangun Rumah Tahfiz di Sikadunduang, Kabupaten Tanahdatar.(*)
Editor : Hendra Efison