Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ulasan Film The Call: Teror Lintas Waktu yang Menguji Moral dan Takdir

Rafiul Refdi • Jumat, 14 November 2025 | 06:25 WIB

Film The Call hadir dengan konflik lintas waktu, ketegangan psikologis, dan eksplorasi trauma yang dikupas melalui sinematografi gelap serta akting intens. (foto: deCODE)
Film The Call hadir dengan konflik lintas waktu, ketegangan psikologis, dan eksplorasi trauma yang dikupas melalui sinematografi gelap serta akting intens. (foto: deCODE)
PADEK.JAWAPOS.COM—Film Korea Selatan The Call kembali menjadi perhatian publik berkat konflik lintas waktu dan ketegangan psikologis yang dominan sepanjang cerita.

Dirilis pada 2020 dan disutradarai Lee Chung-hyun, film ini menghadirkan narasi yang berfokus pada perubahan realitas akibat komunikasi antara dua periode berbeda.

Menurut laporan The Korea Herald, cerita mengikuti Seo-yeon (Park Shin-hye) yang kembali ke rumah lamanya dan menerima panggilan telepon dari Young-sook (Jeon Jong-seo), seseorang yang tinggal di rumah yang sama namun hidup dua dekade sebelumnya.

Baca Juga: 5 Tontonan Paling Hot November 2025, Menurut Rangkuman @RSM_IDN

Konflik berkembang ketika percakapan lintas masa tersebut mulai mengubah kejadian di masa kini.

The Korea Times mencatat bahwa film ini tidak hanya menawarkan misteri, tetapi juga mempertanyakan batas moral seseorang ketika berupaya mengubah masa lalu demi masa depan tertentu.

Dalam wawancara dengan Variety Asia, sutradara Lee Chung-hyun menjelaskan bahwa film ini mengeksplorasi bagaimana trauma dan kehilangan dapat membentuk perilaku ekstrem.

Ketegangan dalam cerita hadir dari ancaman fisik maupun emosional, termasuk harapan, penyesalan, dan ketidakpastian.

Baca Juga: Hasil Italia vs Moldova: Mancini dan Esposito Bawa Kemenangan 2-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Secara visual, film ini menggunakan pencahayaan redup serta perpaduan warna biru dan merah untuk membedakan periode waktu dan kondisi emosi tokoh.

NME Asia menilai teknik tersebut efektif menciptakan suasana claustrophobic yang memperkuat ketegangan.

Penampilan Jeon Jong-seo sebagai Young-sook mendapat banyak pujian. The Hollywood Reporter menyebut aktingnya memadukan kerapuhan dan sisi berbahaya secara seimbang, sementara Park Shin-hye menunjukkan karakter yang lebih gelap dibanding peran-peran sebelumnya.

Baca Juga: Irlandia Menang 2-0 atas Portugal: Troy Parrott Man of the Match, Ronaldo Kartu Merah di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Struktur cerita yang nonlinear membawa penonton ke berbagai konsekuensi perubahan masa lalu.

Screen Rant menilai The Call berhasil menggabungkan unsur thriller, horor psikologis, dan fiksi ilmiah tanpa mengandalkan efek visual berlebihan.

Sejumlah kritikus juga melihat film ini sebagai metafora trauma lintas generasi, di mana keputusan masa lalu terus memberi dampak pada masa depan.

The Call diketahui merupakan adaptasi longgar dari film Puerto Rico The Caller (2011), namun tampil lebih gelap dan kompleks dalam versi Korea.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Kartu Merah saat Irlandia Unggul 2-0 atas Portugal di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Penutup film yang ambigu turut memicu perdebatan. The Verge menilai akhir cerita tersebut sebagai pertanyaan terbuka mengenai takdir dan kehancuran yang mungkin diciptakan manusia melalui pilihannya sendiri.

Dengan ketegangan konsisten, karakter kuat, dan tema psikologis yang mendalam, The Call menjadi salah satu thriller Korea yang banyak dibahas dalam beberapa tahun terakhir.

Film ini menyoroti bagaimana rasa bersalah dan keinginan memperbaiki masa lalu dapat berujung pada konsekuensi yang tak terduga.(CC5)

Editor : Hendra Efison
#Park Shin-hye #The Call Korea #thriller psikologis #Jeon Jong Seo