Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kelangkaan Pangan di Mentawai Karena Cuaca, Ini Kata Bupati

Novitri Selvia • Jumat, 14 Oktober 2022 | 12:16 WIB
Photo
Photo
Persoalan kelangkaan pasokan pangan di Kepulauan Mentawai masih kerap terjadi. Selain kelangkaan yang terjadi disebabkan faktor cuaca buruk yang sulit mendistribusikan pangan ke Mentawai, juga berimbas terhadap stabilitas harga pangan yang cenderung melonjak.

Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan, didampingi Plt Sekda, Rinaldi dalam penandatangan perjanjian kerja sama dengan Perum Bulog Sumbar, Kamis, (14/10). Martinus mengatakan, selama ini Kabupaten Kepulauan Mentawai selalu dihadapi dengan permasalahan ketersediaan bahan pangan.

“Kelangkaan bahan pangan ketika cuaca buruk dan stabilisasi harga pangan yang mudah melonjak kerap terjadi di Mentawai. Untuk itu, perlu jaminan ketersediaan pangan menghadapi kondisi tersebut,” ungkapnya.

Kerja sama ini, kata dia, perlu dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan pasokan dan distribusi komoditas pangan sampai ke masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dimana, pelaksanaan kerjasama ini dapat menurunkan angka inflasi yang sedang meningkat di Indonesia.

“Semoga langkah kerja sama dengan Perum Bulog Sumbar ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat seperti kemudahan masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan serta dapat mengurangi beban masyarakat yang menanggung harga bahan pangan yang tinggi seperti saat sekarang ini,” katanya.

Kepala Perum Bulog Sumbar, Tommy Despalingga mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan ribuan ton beras sejak Januari hingga September 2022 yang lalu melalui program Ketersediaan Pasokan Stabilitas Harga (KPSH) di seluruh wilayah Sumatera Barat. Program ini, dilaksanakan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras sepanjang tahun 2022 di tingkat konsumen.

“Program ini merupakan realisasi dari tiga pilar ketahan pangan yang ditugaskan Bulog, yakni, ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas. Nah, dengan dimulainya kerjasama Pemkab Mentawai dengan Perum Bulog Sumbar, tentunya nanti akan ada jaminan ketersediaan pangan di Mentawai,” ujarnya.

Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir dan kebutuhan beras dapat terjami dengan harga terjangkau hingga seluruh pelosok wilayah Mentawai.

Selain itu, penguatan seluruh instrumen pasukan dan jaringan juga telah dilakukan guna menjamin ketersediaan pangan itu sendiri. Saat ini, Bulog juga telah memiliki gudang retail moderen sebagai pusat distribusi serta penjualan di beberapa Provinsi di Indonesia. (rif) Editor : Novitri Selvia
#kelangkaan pangan #Martinus Dahlan