Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus dikelola secara sehat. Tujuannya agar BUMN dapat meraih keuntungan maksimal dan memberikan manfaat besar bagi rakyat.
“Ketegasan Presiden Prabowo untuk menjadikan BUMN sebagai perusahaan yang sehat secara finansial adalah langkah yang tepat dan sejalan dengan perjuangan Fraksi PKS selama ini,” ujar Nevi Zuairina.
Nevi menyoroti kondisi banyak BUMN yang mengalami kerugian besar. Berdasarkan data CEO Danantara, dari 1.064 perusahaan BUMN, sebanyak 52 persen menderita kerugian dengan total mencapai Rp50 triliun per tahun.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan lemahnya kompetensi dan integritas jajaran Komisaris serta Direksi BUMN.
“Banyaknya BUMN yang rugi adalah cerminan manajemen yang tidak kompeten dan tidak berintegritas. Presiden Prabowo jelas ingin memperbaiki ini, dan itu pula yang sejak lama kami perjuangkan,” tegas Legislator Sumbar II tersebut.
Soroti Praktik Tidak Adil
Presiden Prabowo dalam pidatonya juga menyinggung adanya praktik tidak adil di jajaran BUMN. Salah satunya terkait Komisaris yang hanya rapat sebulan sekali tetapi tetap menerima tantiem hingga Rp40 miliar per tahun.
Padahal, prinsip Good Corporate Governance (GCG) seharusnya menjadi acuan utama pengelolaan perusahaan negara.
Kelemahan Penerapan GCG
Nevi menambahkan bahwa beberapa kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Direksi dan Komisaris BUMN dalam beberapa waktu terakhir juga menunjukkan lemahnya penerapan GCG.
Ia mengingatkan bahwa Pasal 1A ayat (1) huruf f UU No. 1 Tahun 2025 tentang BUMN menegaskan pentingnya prinsip tata kelola yang baik dalam menjalankan perusahaan negara.
Nevi mendesak agar Kementerian BUMN benar-benar melaksanakan arahan Presiden Prabowo.
“Maka kami mendesak agar Kementerian BUMN benar-benar menjalankan amanat Presiden Prabowo tersebut. Jangan hanya berhenti pada retorika, tetapi diwujudkan dalam kebijakan dan langkah konkret agar BUMN dapat kembali sehat dan memberi kontribusi nyata bagi negara,” tutup Nevi Zuairina.(*)
Editor : Heri Sugiarto