Laga yang menarik perhatian global ini menjadi panggung bagi Son Heung-min dan Messi. Kapten Korea Selatan itu tampil menentukan dengan satu assist, sementara Messi terlihat belum bugar sepenuhnya.
Son Heung-min Sumbang Assist, Messi Kurang Ritme
Son memenangkan duel dua superstar dunia setelah memberi assist kepada David Martinez pada menit ke-38.
Pertandingan spesial ini dipindahkan ke Memorial Coliseum berkapasitas 77.000 kursi untuk mengakomodasi tingginya permintaan tiket, dan menjadikannya laga dengan penonton terbanyak kedua sepanjang sejarah MLS.
Di sisi lain, Messi tampil belum berada di ritme terbaik. Ia baru kembali tampil setelah mengalami cedera tendon Achilles pada laga persahabatan dua pekan sebelumnya.
Sepanjang pertandingan, Messi beberapa kali kehilangan bola dan kesulitan menemukan ruang.
LAFC Tampil Efektif Lewat Serangan Balik Cepat
LAFC membuka laga dengan pendekatan berbeda: membiarkan Inter Miami menguasai bola, namun menyerang cepat melalui skema transisi.
Setelah gol Martinez di babak pertama, Denis Bouanga menambah keunggulan pada menit ke-73, disusul gol Nathan Ordaz pada menit ke-90+4.
Pertengahan babak kedua, Messi sempat bertabrakan dengan Ryan Porteous dan terjatuh sekitar satu menit, namun ia dapat melanjutkan permainan.
Son sendiri digantikan pada menit-menit akhir dan terlihat tidak puas dengan keputusan tersebut, meski mendapat sambutan meriah dari sekitar 76.000 penonton. Penggantinya, Ordaz, justru memastikan kemenangan 3–0 melalui gol penutup.(*)
Editor : Heri Sugiarto