Setiap pedagang dikenakan biaya Rp375 ribu untuk satu lapak berukuran 1,5 meter yang dilengkapi fasilitas tenda, listrik, serta kebersihan selama masa berjualan.
Ketua LPM Kelurahan Nunang Daya Bangun, Fahman Rizal, mengatakan seluruh lapak telah melalui proses lotting sehingga para pedagang sudah mengetahui dan dapat langsung menempati lokasi masing-masing.
“Ada ratusan titik yang kita sediakan. Pedagang cukup membayar Rp375 ribu untuk satu lapak berukuran 1,5 meter. Fasilitas yang diberikan berupa tenda dan listrik serta kebersihan. Tidak ada syarat khusus lainnya,” ujar Fahman.
Ia menjelaskan, skema tersebut diterapkan untuk memastikan penataan lapak lebih tertib dan merata, sekaligus memberi kepastian kepada pedagang mengenai lokasi berjualan selama Ramadan.
Keberadaan Pasar Pabukoan di pusat kota diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk berbelanja kebutuhan berbuka puasa, mengingat lokasi strategis dinilai memudahkan akses pengunjung dari berbagai penjuru.
Namun demikian, pedagang diingatkan agar tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia, termasuk terkait ketertiban serta jenis makanan dan minuman yang dijual selama pasar berlangsung.
“Karena lokasinya di pusat kota, kita harapkan pedagang tetap tertib dan mematuhi aturan, termasuk jenis makanan dan minuman yang dijual,” tambahnya.
Dibukanya kembali Pasar Pabukoan tahun ini disambut positif oleh para pedagang yang telah menantikan momentum musiman tersebut sebagai peluang meningkatkan pendapatan selama Ramadan.
Meski tanpa dukungan anggaran penuh dari pemerintah, kolaborasi antara dinas terkait dan masyarakat dinilai mampu menjaga tradisi pasar musiman Ramadan tetap berjalan di Kota Payakumbuh.
Dengan ratusan titik lapak yang telah terisi melalui proses pengundian resmi, penyelenggaraan Pasar Pabukoan tahun ini diharapkan berlangsung tertib serta memberi manfaat ekonomi bagi pedagang dan kemudahan bagi masyarakat yang mencari menu berbuka puasa.(*)
Editor : Hendra Efison