Tempat tersebut bernama Dangau Kawa, yang dikenal menyajikan kawa daun, minuman khas Minangkabau yang dibuat dari rebusan daun kopi.
Pantauan di lokasi pada Selasa malam (10/3/2026), suasana Dangau Kawa mulai ramai sejak sekitar pukul 20.00.
Pengunjung datang silih berganti untuk nongkrong, berbincang santai, hingga menikmati alunan musik yang dimainkan oleh home band di tempat tersebut.
Keramaian bahkan masih terlihat hingga menjelang tengah malam.
Aroma khas rebusan daun kopi yang mengepul dari dapur menjadi ciri khas tempat ini dan langsung terasa ketika pengunjung memasuki area tempat duduk yang didominasi meja kayu sederhana.
Di atas meja-meja tersebut, berbagai varian minuman kawa daun disajikan kepada pelanggan, mulai dari kawa original, kawa susu, hingga kawa telur susu yang menjadi salah satu menu favorit pengunjung.
Kawa daun sendiri merupakan minuman tradisional khas Minangkabau yang dibuat dari daun kopi yang dikeringkan kemudian direbus hingga menghasilkan aroma yang menyerupai kopi.
Berbeda dengan kopi pada umumnya yang menggunakan biji kopi sebagai bahan utama, minuman ini memanfaatkan daun kopi sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih ringan namun tetap memiliki aroma khas.
Owner Dangau Kawa, Nopy, mengatakan mempertahankan tempat nongkrong berbasis minuman tradisional di tengah perkembangan tren coffee shop modern bukanlah hal mudah.
Menurutnya, usaha tersebut dapat bertahan dengan terus melakukan inovasi tanpa meninggalkan cita rasa asli kawa daun yang menjadi identitas utama tempat tersebut.
“Kalau hanya menjual tradisi tanpa mengikuti perkembangan zaman, mungkin tempat ini sudah lama sepi. Makanya kami terus melakukan inovasi, baik dari menu maupun konsep tempat, supaya anak muda juga tertarik datang ke sini,” ujarnya.
Selain menghadirkan berbagai varian menu kawa daun, Dangau Kawa juga menyediakan hiburan seperti live music serta fasilitas meja billiard yang dapat dimainkan oleh pengunjung.
Langkah tersebut dinilai mampu menarik pengunjung dari berbagai kalangan.
Jika sebelumnya minuman kawa daun identik dengan kalangan orang tua, kini tempat tersebut justru sering dipadati anak-anak muda yang datang untuk menghabiskan waktu bersama teman.
“Sekarang pengunjungnya sudah campur. Ada yang orang tua, tapi banyak juga anak muda. Mereka datang untuk nongkrong, dengar musik, atau sekadar ngobrol santai sambil minum kawa,” kata Nopy.
Ia menambahkan menjaga cita rasa minuman serta pelayanan kepada pelanggan menjadi faktor penting agar pengunjung tetap datang.
Menurutnya, konsistensi rasa serta suasana nyaman yang tercipta antara pemilik, karyawan, dan pelanggan membuat Dangau Kawa terasa seperti ruang berkumpul bersama.
Salah seorang pelanggan, Fikri (25), mengaku hampir setiap malam menghabiskan waktu di tempat tersebut untuk bersantai setelah aktivitas kerja.
“Hampir setiap malam saya ke sini. Kadang untuk mengerjakan tugas kantor, kadang juga cuma nongkrong saja sama teman-teman,” katanya.
Ia menyebut live music yang ditampilkan setiap malam membuat suasana nongkrong terasa lebih hidup.
“Kalau malam biasanya ada live music. Jadi sambil minum kawa bisa dengar lagu-lagu yang dibawakan home band di sini,” ujarnya.
Fikri menambahkan pengunjung juga dapat ikut bernyanyi bersama band yang tampil sehingga suasana terasa lebih akrab.
Selain itu, hubungan yang dekat antara pemilik, karyawan, dan pelanggan membuat tempat tersebut terasa seperti ruang berkumpul yang nyaman.(*)
Editor : Hendra Efison