Rektor Universitas Alifah, Fanny Ayudia, menyatakan bahwa wisuda ini bukan sekadar perayaan akademik, tetapi tonggak transformasi kampus dari STIKes Alifah Padang menjadi Universitas Alifah Padang.
“Alhamdulillah, hari ini sebanyak 412 lulusan resmi kita wisuda. Mereka berasal dari berbagai program studi, baik di bidang kesehatan maupun bisnis dan teknologi,” ujar Fanny.
Rincian lulusan terdiri dari 124 Sarjana Keperawatan, 100 Sarjana Kebidanan, 93 Sarjana Kesehatan Masyarakat, 49 Profesi Ners, dan 46 Profesi Bidan.
Fanny menegaskan bahwa seluruh program studi di Universitas Alifah telah memperoleh akreditasi dari BAN-PT. Prodi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan berstatus Unggul, Keperawatan dan Profesi Ners B, serta Kesehatan Masyarakat Baik Sekali.
Program studi Sistem Informasi, Informatika, Manajemen Ritel, dan Kewirausahaan masing-masing memiliki akreditasi Baik.
Universitas Alifah secara institusi terakreditasi Baik Sekali dengan Nomor: 2674/SK/BAN-PT/Ak-PNB/PT/IX/2025.
“Akreditasi ini menjadi bukti keseriusan kami menjaga mutu pendidikan dan pelayanan akademik,” jelas Fanny.
Dalam kesempatan yang sama, Fanny memaparkan visi universitas untuk menjadi kampus bertaraf internasional dengan semangat entrepreneurship dan inovasi global.
“Kami berkomitmen mencetak tenaga kesehatan yang kompeten sekaligus memiliki jiwa wirausaha dan karakter tangguh. Tahun depan, Universitas Alifah akan menjadi tuan rumah International Conference,” tambahnya.
Universitas Alifah juga tengah menjajaki kerja sama internasional dengan Likon University dan Universitas Malaya untuk program pertukaran mahasiswa serta kolaborasi riset.
Fanny menekankan, program ini akan memperluas wawasan global dan meningkatkan kompetensi lulusan secara internasional.
Rektor Fanny menyampaikan rasa bangga atas capaian alumni yang terserap di dunia kerja. “Alhamdulillah, 90 persen lulusan kami sudah bekerja di bidangnya, baik di instansi pemerintah, rumah sakit swasta, maupun usaha mandiri,” ujarnya.
Mahasiswa Universitas Alifah dibekali uji kompetensi, pembelajaran berbasis karakter, kemampuan akademik, etika profesional, dan nilai-nilai luhur untuk menghadapi tantangan dunia kerja.
Ketua Yayasan Alifah Padang, Fatmi Arma, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan wisuda.
“Kami bangga dengan kerja keras pimpinan, rektor, dosen, dan staf yang menyukseskan kegiatan ini. Yayasan akan terus mendukung pengembangan universitas,” katanya.
Fatmi menyebutkan fokus yayasan adalah peningkatan kualitas SDM dan sarana prasarana. Saat ini, 10 dosen tengah melanjutkan studi jenjang lanjut, dan target hingga 2030 adalah peningkatan minimal 30 persen SDM berpendidikan tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Aklima, yang mewakili Pemprov Sumatera Barat, mengucapkan selamat kepada 412 tenaga kesehatan baru.
Ia menekankan pentingnya kontribusi lulusan Universitas Alifah dalam program prioritas nasional, termasuk penurunan stunting, kematian ibu dan bayi, pengendalian TBC, penyakit tidak menular, dan pencegahan penyakit katastropik.
Aklima menambahkan, dari 280 Puskesmas di Sumbar, 276 telah memiliki dokter umum, dan 250 sudah lengkap dengan sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar nasional.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah X Sumbar, Afdalisma, menekankan kesiapan lulusan menghadapi perubahan pasar kerja global.
Ia mengutip Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum yang menyebut bahwa teknologi dan akses digital menjadi tren transformatif. “Teruslah belajar, beradaptasi, dan tingkatkan kompetensi agar tidak tertinggal,” pesannya.(*)
Editor : Heri Sugiarto