Batang Sangir Meluap, Kebun Cabai hingga Sawah Warga Solok Selatan Terendam


PADEK.JAWAPOS.COM–Luapan Batang Sangir merendam sejumlah lahan pertanian dan rumah warga di Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, Jumat (30/10/2026) dini hari.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah kebun cabai, sawah, dan perkebunan kelapa sawit terdampak. Bahkan, air sungai turut memasuki rumah warga hingga merendam persediaan padi.
Air mulai meluap sekitar pukul 00.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 01.00 WIB, air mulai memasuki kawasan perkebunan dan permukiman warga.
Baca Juga: Hiace Slip di Jalan Basah, Tabrakan dengan Truk di Jalan Solok–Padang, Tujuh Orang Luka-luka
Saat ini, kondisi air telah surut. Namun, material tanah, lumpur, dan sampah yang terbawa arus masih tertinggal di sejumlah lahan pertanian.
Warga menduga luapan Batang Sangir dipicu tingginya curah hujan yang terjadi pada malam hingga dini hari.
Berdasarkan perkiraan warga, lahan pertanian yang terdampak meliputi lebih dari 15 petak sawah, sekitar tiga petak kebun cabai dan sayuran, serta dua petak kebun sawit. Jumlah tersebut masih berupa perkiraan warga dan belum berdasarkan pendataan resmi.
Salah seorang warga terdampak, Jurniati (36), mengatakan kebun cabai miliknya yang ikut terendam sebenarnya telah memasuki masa panen.
Meski jumlah tanaman yang patah diperkirakan tidak terlalu banyak, genangan air dan material lumpur yang tertinggal dikhawatirkan memengaruhi kondisi tanaman serta hasil panen.
“Kalau yang rusak atau patah mungkin tidak terlalu banyak, tetapi petaknya terendam air. Sekarang banyak tanah dan lumpur serta sampah-sampah yang tertinggal,” ujarnya.
Jurniati mengaku belum bisa memperkirakan besaran kerugian akibat kejadian tersebut. Ia khawatir tanaman cabai yang terendam terlalu lama mengalami pembusukan sehingga hasil panen berkurang.
Menurutnya, Batang Sangir sebelumnya memang pernah meluap saat curah hujan tinggi. Namun, luapan kali ini menjangkau kebunnya yang berada di dekat aliran sungai.
Ia berharap tanaman cabainya masih bisa diselamatkan dan tidak mengalami gagal panen. “Semoga saja tidak sampai gagal panen akibat kejadian ini. Karena kebun berada dekat aliran sungai, tentu ada risiko kalau air meluap,” katanya.
Dampak luapan sungai juga dirasakan Adi Putra (45). Sawah miliknya yang baru selesai dibajak ikut terendam air.
“Sawah saya baru selesai dibajak, tetapi sudah terendam air akibat luapan sungai,” ujar Adi Putra.
Tidak hanya lahan pertanian, luapan Batang Sangir juga memasuki rumah Adet (35), warga yang bermukim di dekat aliran sungai.
Air mulai masuk sekitar pukul 01.00 WIB dan mencapai bagian dapur rumahnya. Akibatnya, lima karung padi yang disimpan sebagai persediaan turut terendam.
Setelah air surut pada Jumat pagi, Adet berupaya menyelamatkan padi tersebut dengan menjemurnya. Cuaca cerah dimanfaatkan untuk mengeringkan kembali persediaan pangan yang terkena air.
Selain kebun cabai dan sawah, perkebunan kelapa sawit milik warga juga dilaporkan terdampak. Meski genangan telah surut, material yang terbawa arus masih menyisakan pekerjaan bagi warga untuk membersihkan lahan pertanian mereka.
Baca Juga: Stop Pungli di Pasar Raya Padang, Pedagang Diminta Tolak Pungutan di Luar Retribusi Resmi
Warga berharap luapan Batang Sangir tidak kembali terjadi, mengingat sebagian tanaman pertanian tengah memasuki masa panen. Sementara itu, sejumlah sawah lainnya baru selesai dipersiapkan untuk penanaman padi.
Hingga saat ini, luas keseluruhan lahan terdampak dan besaran kerugian warga belum diketahui secara pasti. (mg9)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




