PADEK.JAWAPOS.COM-Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, memasuki masa kritis pascabencana di segala sisi. Meski bukan titik terparah seperti Salarehaie di Palembayan atau Toboh Malalak, namun kondisi di dataran tinggi ini kini darurat.
Delapan nagari terdampak menyeluruh, sementara lima akses utama menuju Matur lumpuh total. Arah Balingka putus di Sungailandia. Jalur Sianok tidak bisa dilalui karena putus di Panta.
Dari Palupuh terputus di Sitingkai, dari Palembayan terhambat longsor di Saribulan. Sementara, jalur Maninjau juga tak dapat di akses di Kelok 44. Akibatnya, tidak ada satu pun pintu masuk yang aman untuk kendaraan.
“Kondisi Matur kini terkepung, segala pintu masuk lumpuh. Untuk keluar masuk hanya bisa lewat jalan kaki, atau kendaraan roda dua, ini pun harus dengan berjuang berat,” ujar Adjie Surya Kelana,
warga Matur yang kini berupaya mencari bantuan dari Payakumbuh.
Meski begitu, lanjutnya, akses bantuan ke Matur tidak sepenuhnya tersendat. Salah satunya lewat jembatan Sitingkai Palupuah.
“Warga sudah bergotong royong membangun jembatan darurat di sana. Bantuan dijemput dan digotong ramai-ramai oleh warga dan relawan. Mobil relawan ada, tapi BBM kritis. Di Matur harga sudah 28 ribu per liter,” terangnya.
Situasi di dalam wilayah pun sama beratnya. Di Kuok Kelok 44, puluhan kepala keluarga kehilangan rumah usai longsor besar menghantam permukiman.
Sementara di Ambunpagi, beberapa rumah masih terendam air setinggi paha orang dewasa. Sejumlah pendatang dari kabupaten/kota lain yang terjebak di Matur sejak bencana terjadi belum bisa keluar karena seluruh akses terputus.
Di sisi lain, persediaan pangan untuk pengungsi semakin menipis. Alat masak difokuskan sepenuhnya bagi warga yang masih bertahan, namun stok makanan perlahan habis.
Listrik mati sejak tujuh hari lalu, jaringan internet ikut tumbang, membuat warga kesulitan menyampaikan kondisi sebenarnya ke luar daerah.
“Kebutuhan utama sekarang itu alat berat, sembako, air minum, air bersih, genset, jaringan internet, sampai pakaian bayi. Semua mendesak,” kata Adjie.
Warga sebenarnya terus berupaya swadaya membuka akses, terutama di Sungailandia. Namun tanpa alat berat, jalur yang dibuka hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.
“Kalau akses terbuka, semuanya akan ikut pulih. Bantuan bisa lancar. Yang paling penting itu alat berat dulu,” tegasnya.
Saat ini, Adjie berada di Payakumbuh untuk menghimpun bantuan. Sebuah alat berat mini sudah diperoleh dan direncanakan masuk hari ini untuk bekerja membuka jalur Sungailandia dan Pantapauh.
Namun proses ini pun berpacu dengan kondisi lapangan yang masih labil dan ketersediaan logistik serta BBM yang sangat terbatas.
Pemulihan Butuh Data Akurat
Selain itu, penanganan bencana di Agam terus dikebut. Dua hari terakhir, Bupati Agam Benni Warlis menggeser fokus dari konsolidasi internal OPD hingga pelaporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rapat bersama kepala OPD di balairong rumah dinas, Selasa (2/12), Bupati menegaskan perlunya kecepatan, akurasi data, dan koordinasi lintas sektor. Ia menyebut hampir seluruh kecamatan di Agam terdampak, sehingga langkah percepatan tidak bisa ditawar.
“Semua OPD harus gerak cepat. Buka akses yang masih terisolir, pastikan bantuan mengalir tanpa hambatan,” tegasnya.
Benni menyorot pentingnya pendataan valid, akses jalan, korban, kerugian, hingga sebaran bantuan, agar distribusi tidak timpang dan lokasi terluput dapat segera diintervensi.
Ia juga meminta laporan berkala terkait infrastruktur rusak dan jalur alternatif agar mobilitas masyarakat tetap terjaga. Tim gabungan diminta mengeksekusi prioritas lapangan seperti evakuasi, pembukaan akses, dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Percepat Relokasi Warga di Bantaran Sungai
Terpisah, pemerintah pusat berkomitmen untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Baca Juga: Motor Listrik Adventure Pertama? Intip Keunggulan Tyranno dari Indomobil E-Motor
Terutama memastikan kebutuhan mendesak seperti bahan makanan, air bersih, obat-obatan, dan pakaian serta pemulihan infrastruktur
Hal itu dikatakan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya saat meninjau langsung kawasan Komplek Griya Permata 2, Kelurahan Tabing Banda Gadang (TBG), Kecamatan Nanggalo, Selasa (2/12).
Dalam peninjauan tersebut, Wamendagri didampingi langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik terparah dalam bencana banjir yang melanda Kota Padang selama sepekan terakhir.
Dalam kunjungan itu, Wamendagri menyerahkan bantuan logistik, sekaligus memastikan penanganan darurat di lapangan berjalan optimal.
Bima Arya juga menyoroti sejumlah rumah yang berada dalam kondisi rawan akibat gerusan air sungai. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk mempercepat proses relokasi bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
“Pemerintah pusat siap menampung aspirasi daerah, termasuk usulan pembangunan dam di kawasan ini untuk mengurangi resiko banjir ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran langsung Wamendagri di tengah upaya Pemko Padang menangani bencana.
Ia menyebut banjir dan longsor di sejumlah titik telah menimbulkan kerusakan signifikan pada permukiman maupun infrastruktur.
“Kehadiran pemerintah pusat sangat berarti bagi percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana di Kota Padang,” kata Fadly.
Selanjutnya, Wali Kota Padang juga memastikan pemerintah kota bersama TNI-Polri serta seluruh unsur kebencanaan terus bekerja maksimal dalam penanganan darurat, pembersihan material, serta penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
“Insya Allah pemulihan di seluruh titik terdampak akan kita percepat, sehingga kondisi dapat kembali membaik,” ungkapnya. (ptr/eri)
Editor : Novitri Selvia