Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, menyebut SEPABLOCK berbeda dari bata merah karena memiliki bentuk presisi, pemasangan lebih cepat, hasil estetik, serta mampu menekan biaya pembangunan hingga 10 persen.
“Efisiensi inilah yang membuat SEPABLOCK menjadi pilihan tepat di tengah tuntutan pembangunan yang serba cepat dan hemat biaya,” kata Yelmi, Kamis (11/9/2025).
Yelmi menjelaskan, SEPABLOCK ramah lingkungan karena diproduksi tanpa pembakaran. Sistem interlock yang saling mengunci membuat konstruksi lebih praktis sekaligus kokoh.
Untuk rumah tipe 36, pembangunan bisa selesai dalam tiga minggu dengan kebutuhan sekitar 4.000 keping SEPABLOCK, 35 zak semen, dan 60 batang besi ukuran 10 mm.
Selain hemat waktu dan biaya, SEPABLOCK juga unggul dari sisi estetika. Presisi desain membuat dinding terlihat rapi meski tanpa plester.
Rongga bata berfungsi ganda, membantu meredam panas sehingga ruangan terasa lebih sejuk.
Produk ini juga lolos uji cyclic atau lateral load test dari Kementerian PUPR, yang menempatkannya sebagai material ramah gempa.
“Untuk meyakinkan masyarakat, kami juga membangun rumah contoh SEPABLOCK di lingkungan perusahaan. Kami ingin menunjukkan bahwa produk ini bukan sekadar konsep, tetapi nyata, teruji, dan siap digunakan secara massal,” ujar Yelmi.
Keikutsertaan PT Semen Padang di festival ini tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memperlihatkan komitmen perusahaan menghadirkan inovasi di tengah persaingan industri semen nasional.
Melalui stan pameran, pengunjung bisa melihat maket instalasi, tayangan video pembangunan rumah dengan SEPABLOCK, serta berdiskusi langsung dengan tim teknis perusahaan. Stan tersebut menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi.
Festival Literasi Daerah 2025 juga menghadirkan pengukuhan Duta Baca Sumbar 2025–2028 oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah, sekaligus mempertemukan Duta Baca periode sebelumnya untuk berbagi inspirasi kepada masyarakat.(*)
Editor : Hendra Efison