Kegiatan ini dipimpin Ketua Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) FFST UNIDHA, Prof. Dr. rer nat Ir. Anwar Kasim, dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa TIP UNIDHA.
Fokus pada Generasi Muda Pesisir Selatan
Kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung di SMAN 1 dan SMAN 3 Pesisir Selatan, wilayah yang menyumbang 42,31% atau 5.876 ton dari total produksi gambir Sumatera Barat pada tahun 2022.
Sasaran utama kegiatan adalah generasi muda, agar mereka memahami pentingnya pengolahan gambir sebelum diekspor.
“Hilirisasi adalah solusi jangka panjang. Para siswa sebagai generasi penerus industri gambir harus didorong agar tidak membiarkan gambir dijual mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi,” tegas Anwar Kasim.
Potensi Nilai Tambah Gambir
Dalam kegiatan edukasi, tim TIP UNIDHA memaparkan bahwa komponen utama gambir, yaitu Katekin dan Tanin, dapat diubah menjadi beragam produk bernilai ekonomi tinggi:
-
Katekin, diekstrak menggunakan etil asetat, dikenal sebagai antioksidan kuat untuk pencegahan kanker dan bahan kosmetik.
-
Tanin, diekstrak menggunakan air, berfungsi sebagai bahan penyamak kulit, pewarna tekstil, bahkan bahan baku tinta fluoresen.
Lebih lanjut, Anwar Kasim, yang juga merupakan penemu paten, menjelaskan proses reaksi polimerisasi antara Tanin dan Formaldehida untuk menghasilkan perekat industri yang digunakan dalam pembuatan papan partikel. Hal ini menambah variasi olahan hilirisasi gambir di Pesisir Selatan.
“Melalui pengenalan potensi dan proses kimia ini, masyarakat, khususnya generasi muda di Pesisir Selatan, dapat mengoptimalkan potensi alam mereka. Ini sejalan dengan visi UNIDHA dalam mengembangkan Teknologi Industri Pertanian,” tutup Anwar Kasim.(*)
Editor : Heri Sugiarto