Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PTBA Cetak Pertumbuhan Operasional, Produksi dan Penjualan di Tengah Koreksi Harga Global

Heri Sugiarto • Kamis, 2 April 2026 | 19:31 WIB
Aktivitas operasional di area pertambangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Pada tahun 2025, Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan volume produksi sebesar 9% hingga mencapai 47,2 juta ton.(Foto: Corcom PTBA)
Aktivitas operasional di area pertambangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Pada tahun 2025, Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan volume produksi sebesar 9% hingga mencapai 47,2 juta ton.(Foto: Corcom PTBA)

PADEK.JAWAPOS.COM-PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Grup MIND ID, menunjukkan pertumbuhan operasional yang solid sepanjang tahun buku 2025. Meski dibayangi fluktuasi harga batu bara dunia, emiten pertambangan plat merah ini berhasil membukukan kenaikan volume produksi sebesar 9% menjadi 47,2 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi tersebut diikuti oleh pertumbuhan volume penjualan sebesar 6% yang mencapai 45,4 juta ton. Selain itu, aspek logistik juga mencatatkan tren positif dengan volume angkutan batu bara yang naik dari 38,2 juta ton menjadi 40,4 juta ton pada periode yang sama.

Ekspansi Pasar Global dan Ketahanan Energi Domestik

PTBA mempertahankan perannya sebagai pilar ketahanan energi nasional dengan mengalokasikan 54% dari total penjualan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Sementara itu, 46% sisanya dialokasikan untuk pasar ekspor melalui strategi diversifikasi pasar global yang agresif.

Selain memperkuat posisi di pasar Asia seperti India, Vietnam, Korea Selatan, Filipina, dan Bangladesh, Perseroan berhasil melakukan penetrasi ke pasar baru di benua Eropa, tepatnya di Spanyol dan Rumania. Langkah ini diambil untuk mengimbangi tekanan harga jual rata-rata yang terkoreksi akibat penurunan indeks Newcastle sebesar 22%.

Kinerja Keuangan dan Efisiensi Operasional

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menyatakan bahwa tahun 2025 merupakan pembuktian resiliensi operasional perusahaan. Meski profitabilitas tertekan dinamika harga global, PTBA tetap mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun dengan EBITDA mencapai Rp6,08 triliun.

"PTBA mampu menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan efisiensi operasional dan perluasan pangsa pasar global," ujar Arsal dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).

Fundamental perusahaan tetap kokoh dengan arus kas operasi yang tumbuh 24% menjadi Rp6,26 triliun. Aset perusahaan juga meningkat menjadi Rp43,92 triliun, didorong oleh realisasi belanja modal (CapEx) sebesar Rp4,55 triliun yang difokuskan pada infrastruktur strategis, termasuk proyek angkutan batu bara relasi Tanjung Enim – Kramasan.

Target dan Optimisme Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, PTBA telah mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa pemotongan volume. Perseroan membidik target produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton pada tahun ini.

Strategi cost leadership melalui skema selective mining dan optimasi rantai pasok akan tetap menjadi fokus utama untuk menjaga daya saing dan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Kinerja PTBA 2025 #ekspor batu bara #Arsal Ismail #pt bukit asam #ptba