PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – PT Semen Padang tidak berhenti pada pengoperasian 72 unit motor listrik. Perusahaan kini menyiapkan roadmap transisi seluruh kendaraan operasional menuju kendaraan berbasis baterai sebagai bagian dari strategi jangka panjang mendukung dekarbonisasi, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta pencapaian target Net Zero Emission.
Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi energi yang dijalankan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di seluruh entitas usahanya.
Secara bertahap, penggunaan energi berbasis bahan bakar fosil akan dikurangi dan digantikan dengan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mendukung operasional perusahaan yang lebih ramah lingkungan.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan penggunaan 72 unit motor listrik menjadi tahap awal dalam pelaksanaan strategi tersebut.
"Ini merupakan salah satu strategi jangka panjang SIG bersama PT Semen Padang. Kami mulai melakukan transisi energi dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi baru dan terbarukan. Alhamdulillah, untuk operasional kendaraan roda dua kini kami mulai menggunakan motor listrik. Ke depan, transisi ini akan dilakukan secara bertahap, termasuk pada kendaraan operasional lainnya yang berbasis baterai," ujar Win, Jumat (10/7/2026).
Roadmap Menuju Operasional Rendah Emisi
Menurut Win, transformasi kendaraan operasional merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun sistem operasional yang lebih efisien sekaligus berkelanjutan.
Penggunaan kendaraan listrik dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas operasional sehari-hari.
Ia menegaskan, perubahan tersebut bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan menjadi bagian dari arah kebijakan perusahaan dalam menghadapi tantangan industri yang semakin menekankan aspek keberlanjutan.
"Penggunaan kendaraan listrik tidak hanya menjadi bagian dari operasional perusahaan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mewujudkan praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan," katanya.
Melalui roadmap tersebut, PT Semen Padang akan melaksanakan transisi secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, infrastruktur pendukung, serta kebutuhan perusahaan agar proses transformasi berjalan efektif.
Perkuat Implementasi ESG
Selain mendukung efisiensi energi, penggunaan kendaraan listrik juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus diperkuat dalam strategi bisnis PT Semen Padang.
Perusahaan menilai aspek lingkungan tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi telah menjadi salah satu fondasi dalam menjalankan operasional dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan maupun para pemangku kepentingan.
Win mengatakan transformasi menuju kendaraan listrik merupakan salah satu kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung target dekarbonisasi melalui pengurangan emisi karbon dari aktivitas operasional.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi PT Semen Padang sebagai perusahaan yang konsisten menerapkan prinsip industri hijau sekaligus mendukung agenda pembangunan rendah karbon yang tengah dijalankan pemerintah.
Dukung Target Net Zero Emission
Direktur Utama PT Pasoka Sumber Karya, Erick Reza, menyatakan pihaknya siap mendukung langkah PT Semen Padang dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik di lingkungan perusahaan.
"Kami sebagai mitra penyedia kendaraan listrik siap mendukung setiap langkah PT Semen Padang dalam mengimplementasikan penggunaan kendaraan listrik. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi operasional perusahaan sekaligus mendukung terciptanya ekosistem energi bersih yang semakin kuat," ujarnya.
PT Semen Padang berharap implementasi kendaraan listrik menjadi awal transformasi yang lebih luas di lingkungan perusahaan. Selain meningkatkan efisiensi operasional, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission melalui pengurangan emisi karbon secara bertahap dan berkelanjutan.(*)
Editor : Hendra Efison