Uniknya, Resident Evil Requiem bukan hanya menjadi judul utama kesembilan, tetapi juga menjadi game ke-30 jika menghitung seluruh spin-off dan remake. Namun, menurut produser Masato Kumazawa, hal ini tidak pernah direncanakan sejak awal.
“Requiem sebenarnya nggak diniatkan buat jadi game perayaan ulang tahun. Cuma karena proses pengembangan yang panjang—uji coba, revisi, sampai penyesuaian jadwal—jatuhnya pas banget sama anniversary,” kata Kumazawa.
Nostalgia Raccoon City untuk Fans Lama
Trailer Resident Evil Requiem menampilkan cuplikan yang memberi kesan kembalinya pemain ke Raccoon City. Kumazawa menjelaskan, timnya berusaha menghadirkan rasa nostalgia tanpa membuat pemain baru kesulitan memahami cerita.
“Kalau kamu nggak tahu apa-apa soal Raccoon City, kamu bakal tetap bisa nikmatin game ini sebagai horror di kota yang hancur. Tapi kalau kamu fans lama, kamu bakal dapat bonus kepuasan ekstra dari detail-detail tersembunyi,” ujarnya.
Soal Bocoran Game
Resident Evil juga dikenal dengan isu kebocoran informasi sebelum pengumuman resmi. Sutradara Koshi Nakanishi menilai fenomena ini secara positif.
“Buat saya, bocoran itu tanda kalau orang bener-bener tertarik sama gamenya. Mereka sampai segitunya penasaran dan mau cari tahu. Jadi saya anggap hal itu positif,” ucap Nakanishi.
Meski begitu, Kumazawa menambahkan ada sisi negatif dari bocoran. Menurutnya, jika informasi tidak resmi dipercaya sebagai fakta, fans bisa merasa kecewa ketika game rilis berbeda dengan ekspektasi. “Padahal Capcom sendiri nggak pernah janjiin hal itu,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah Capcom pernah mempertimbangkan menyebarkan bocoran palsu, Nakanishi hanya tertawa. “Nggak perlu, bocoran palsu udah banyak sendiri kok,” katanya.
Hadir Perdana di Konsol Nintendo Hari Pertama
Baca Juga: Chicago Fire Amankan Tiket MLS Cup Playoffs 2025 Usai Kalahkan Inter Miami 5-3
Resident Evil Requiem juga mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak Resident Evil 4, seri utama hadir di platform Nintendo sejak hari pertama peluncuran.
Game ini akan dirilis di PlayStation 5, Xbox Series, PC, serta Nintendo Switch 2. Produser menjelaskan, pengembangan versi Switch 2 berlangsung mulus.
“Meskipun kami sudah merilis port game ke Nintendo, ini berbeda karena hari pertama di Switch 2. Kami terkejut betapa lancarnya proses membawa versi pengembangan game yang ada ke platform itu,” ujar Kumazawa.
Sementara itu, Nakanishi menyebut Requiem dirancang dengan sistem yang sangat scalable. “Game tersebut sudah dibuat dengan cara yang sangat scalable, jadi tidak sulit untuk platform konsol dan juga PC kelas atas. Menambahkan Switch 2 ke dalam campuran itu hanya kasus tempat lain untuk menskalakannya,” ungkapnya.
Tonggak 30 Tahun Resident Evil
Resident Evil Requiem menandai perjalanan tiga dekade seri survival horror populer ini. Meski bukan sengaja dibuat sebagai perayaan ulang tahun, rilisnya tepat di momen 30 tahun memberi arti penting bagi Capcom dan komunitas penggemar.
Resident Evil pertama kali dirilis pada 1996, menghadirkan formula survival horror yang kemudian melahirkan banyak sekuel, remake, hingga spin-off. Kini, Requiem siap melanjutkan warisan tersebut dengan kombinasi nostalgia dan inovasi untuk generasi baru pemain.(Muhammad yoga/mg10)
Editor : Hendra Efison