Setelah kerja keras tanpa henti, PLN berhasil menormalkan kembali seluruh pasokan listrik pada Kamis (2/10) pukul 00.07 WIB.
Abu Sibreh menyampaikan penghargaan terhadap profesionalisme para petugas PLN yang bekerja siang dan malam di lapangan untuk mempercepat pemulihan.
“Saya melihat langsung bagaimana petugas PLN berjuang tanpa kenal lelah di lapangan demi memulihkan kondisi padam listrik di Aceh. Profesionalisme terhadap tanggung jawab ini patut mendapat dukungan dan menjadi bukti pengabdian mereka kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahkan petugas, melainkan memberi doa dan dukungan atas dedikasi mereka.
“Petugas PLN adalah bagian dari kita sendiri yang bekerja dengan penuh tanggung jawab. Tak ada yang diuntungkan dari listrik padam. Tidak cuma masyarakat, PLN juga dirugikan. Semoga kerja keras ini menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Abu Sibreh menegaskan pentingnya ketersediaan listrik yang andal, bukan hanya untuk kenyamanan ibadah masyarakat, tetapi juga sebagai penopang utama pendidikan, perekonomian, dan pembangunan Aceh ke depan.
“Listrik adalah kebutuhan vital yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan. Jika pasokan listrik terjaga dengan baik, maka aktivitas masyarakat, sektor pendidikan, hingga dunia usaha dapat berjalan lebih optimal,” imbuhnya.
Sebelumnya, gangguan sistem kelistrikan melanda wilayah Aceh pada Senin (29/9), yang menyebabkan padamnya pasokan listrik di sejumlah daerah.
PLN langsung menurunkan tim teknis ke lapangan dan bekerja 24 jam untuk memperbaiki jaringan. Setelah tiga hari upaya pemulihan intensif, sistem kelistrikan berhasil kembali normal pada Kamis (2/10) dini hari.
Upaya ini sekaligus menjadi bukti komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik di Aceh dan memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.(*)
Editor : Hendra Efison