Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat serta bantuan logistik tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.
Dalam agenda kemanusiaan itu, FPKS DPR RI menyerahkan bantuan yang dihimpun dari potongan gaji anggota DPR RI PKS.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari aksi solidaritas internal partai untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Kedatangan Nevi dan Sekjen PKS disambut oleh relawan serta struktur PKS Sumbar yang turut mendampingi selama proses penyaluran.
Menurut Nevi Zuairina, bencana yang melanda berbagai daerah di Sumbar merupakan duka yang dirasakan seluruh masyarakat. Ia menegaskan bahwa PKS menggerakkan seluruh struktur partai dan perwakilan legislatif untuk memastikan kehadiran langsung di lapangan, agar tidak ada warga terdampak yang terabaikan.
“Kami tidak ingin hanya menyampaikan simpati dari jauh. Maka kami datang, melihat langsung kondisi di lapangan, dan membawa bantuan hasil gotong-royong kader serta potongan gaji anggota DPR. Inilah bentuk kecil dari komitmen kami untuk rakyat,” ujarnya.
Selama peninjauan, rombongan menyambangi sejumlah titik yang sebelumnya dilaporkan belum mendapatkan bantuan memadai.
Mereka menyalurkan paket logistik, perlengkapan kebersihan, kebutuhan perempuan dan anak, serta dukungan untuk dapur umum. Selain itu, Hj. Nevi dan Sekjen PKS berdialog dengan warga setempat untuk mendata kebutuhan mendesak pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Nevi menjelaskan bahwa pemotongan gaji anggota legislatif PKS untuk bantuan kemanusiaan telah menjadi tradisi solidaritas yang rutin dilakukan partainya.
Ia menegaskan bahwa langkah cepat PKS dalam merespons bencana bukan bertujuan pencitraan, melainkan bentuk pelaksanaan amanah kemanusiaan.
“Apa yang kami berikan mungkin belum banyak, tetapi kami ingin memastikan warga merasakan kehadiran negara, merasakan kehadiran kami,” katanya.
Ke depan, Nevi memastikan PKS akan memprioritaskan distribusi bantuan ke wilayah yang belum tersentuh serta mendorong penanganan bencana secara lebih komprehensif melalui percepatan status bencana.
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kekompakan selama masa pemulihan. “Duka ini kita tanggung bersama, dan insya Allah kita bangkit bersama,” tutupnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto