Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Presiden ke-39 AS, Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun: Sosok Berkontribusi Besar dalam Perdamaian dan Kemanusiaan

Heri Sugiarto • Senin, 30 Desember 2024 | 15:42 WIB

Presiden ke-39 Amerika Serikat, Jimmy Carter meninggalkan warisan luar biasa melalui karya perdamaian dan kemanusiaan. (Foto: Reuters)
Presiden ke-39 Amerika Serikat, Jimmy Carter meninggalkan warisan luar biasa melalui karya perdamaian dan kemanusiaan. (Foto: Reuters)
PADEK.JAWAPOS.COM-Presiden ke-39 Amerika Serikat, Jimmy Carter meninggal dunia pada hari Minggu, 29 Desember 2024, di usia 100 tahun.

Meskipun hanya menjabat satu periode, Carter meninggalkan warisan luar biasa melalui karya kemanusiaannya dan menjadi mantan presiden tertua dalam sejarah AS.

"Carter meninggal dengan tenang di rumahnya di Plains, Georgia, dikelilingi oleh keluarga," demikian pernyataan dari Carter Center seperti dilansir dari CBS News.

Putra Carter, Chip Carter, mengungkapkan, ayahnya adalah pahlawan. "Tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi setiap orang yang memperjuangkan perdamaian, hak asasi manusia, dan cinta tanpa pamrih," ungkapnya.

Carter telah menerima perawatan hospice selama hampir dua tahun setelah beberapa kali dirawat di rumah sakit.

Pada Februari 2023, Carter Center mengungkapkan bahwa Carter memilih menghabiskan waktu sisa hidupnya di rumah bersama keluarga, tanpa penanganan medis lebih lanjut.

Meskipun kesehatan memburuk, Carter tetap aktif dalam pekerjaan kemanusiaan, termasuk dengan Habitat for Humanity dan Carter Center, serta mengajar di sekolah Minggu di gerejanya di Plains.

Sebagai presiden, Carter dikenal sebagai pembela tanpa kenal lelah untuk perdamaian dan hak asasi manusia.

Ia berhasil merundingkan Camp David Accords pada 1978, yang menciptakan kerangka perdamaian antara Israel dan Mesir.

Pada 2002, ia dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian atas kontribusinya dalam memajukan perdamaian internasional dan hak asasi manusia.

Lahir pada 1 Oktober 1924 di Plains, Georgia, Carter memulai kariernya di Angkatan Laut Amerika Serikat sebelum kembali ke Georgia untuk mengelola pertanian kacang tanah keluarga.

Ia terjun ke dunia politik dan terpilih menjadi Gubernur Georgia pada 1970. Pada 1976, ia berhasil mengalahkan Presiden Gerald Ford dan terpilih sebagai Presiden AS.

Selama masa kepresidenannya (1977-1981), Carter menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk krisis energi dan krisis penyanderaan di Iran.

Namun, ia juga mencatatkan sejumlah prestasi penting, seperti pembentukan Departemen Energi dan Pendidikan serta pemulihan hubungan diplomatik dengan China.

Setelah meninggalkan Gedung Putih, Carter mendirikan Carter Center untuk melanjutkan misinya dalam memperjuangkan perdamaian dan kesehatan global.

Ia juga dikenal atas kontribusinya dalam Habitat for Humanity, yang telah ia dukung selama lebih dari 30 tahun.

Carter menulis lebih dari 20 buku dan sering membahas isu-isu kontroversial, termasuk dalam bukunya "Palestine: Peace Not Apartheid" pada 2006.

Carter bertahan dengan semangat juang yang luar biasa meskipun menghadapi berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker yang didiagnosis pada 2015.

Meski demikian, ia membuat pemulihan yang luar biasa berkat pengobatan imunoterapi.

Carter meninggalkan warisan besar sebagai presiden yang sangat aktif setelah masa jabatannya, memimpin dalam diplomasi global dan karya kemanusiaan.

Keluarga Carter mengumumkan bahwa akan ada upacara publik di Atlanta dan Washington, D.C., sebelum pemakaman pribadi di Plains, Georgia.

Jimmy Carter akan selalu dikenang sebagai presiden dan pemimpin dunia yang paling aktif, memanfaatkan kekuasaannya untuk perdamaian dan kemanusiaan di seluruh dunia.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#nobel perdamaian #mantan presiden meninggal dunia #meninggal dunia usia 100 tahun #jimmy carter #habitat for humanity #presiden 39 amerika serikat #kemanusiaan #Carter Center