Seperti dilansir dari The Korea Herald, jenazah Kim pertama kali ditemukan oleh temannya yang kemudian menghubungi polisi sekitar pukul 16.50 waktu setempat.
Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian Kim. Namun, hingga berita ini ditulis, pihak berwenang tidak menemukan tanda-tanda adanya upaya perampokan atau masuk paksa ke kediamannya.
Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui lebih lanjut penyebab meninggalnya Kim Sae-ron.
"Kami belum menemukan tanda-tanda tindak pidana apa pun, tetapi kami sedang menyelidiki penyebab kematiannya," kata polisi seperti dikutip New York Post.
Baca Juga: Orang yang Selalu Menyalahkan Orang Lain Punya 8 Ciri Ini, Apakah Kamu Salah Satunya?
Kim Sae-ron lahir pada tahun 2000 dan memulai debutnya sebagai aktor cilik pada 2009.
Ia meraih popularitas melalui perannya dalam film laga "The Man from Nowhere" (2010) serta thriller "The Neighbor" (2012). Drama Netflix "Bloodhounds" (2023) menjadi film terakhirnya yang dirilis ke publik.
Namun, Kim sebenarnya telah menyelesaikan syuting film "Guitar Man" pada November lalu, yang saat ini dalam tahap pascaproduksi.
Film tersebut mengisahkan seorang gitaris yang bergabung dengan band underground bernama Volcano.
Menurut seorang kenalan Kim yang berbicara kepada Osen pada Minggu, kematiannya yang tiba-tiba merupakan sesuatu yang tidak terduga.
"Dia mengatakan akan kembali berakting dan menghasilkan uang setelah comeback dengan film Guitar Man. Dia juga sedang mempersiapkan pembukaan sebuah kafe sambil bersiap kembali ke industri hiburan. Saya masih tidak bisa mempercayainya," ujar sumber tersebut seperti dilansir Hindustan Times.
Baca Juga: Josal FC Piaman Kokoh di Puncak, Raih Kemenangan Ketiga Beruntun di Liga 4 Sumbar
Kenalannya tersebut juga mengungkapkan bahwa Kim baru-baru ini mengubah namanya menjadi Kim Ah-im dan berencana pindah rumah.
"Tidak ada tanda-tanda apa pun, dan saya bahkan menyuruhnya menghubungi saya jika dia merasa kesulitan," tambahnya.
Karier Kim terhenti sejenak setelah insiden mengemudi dalam keadaan mabuk dan mobilnya menabrakkan kotak transformator listrik pinggir jalan pada Mei 2022.
Ia dijatuhi denda sebesar 20 juta won (sekitar Rp210 juta) oleh pengadilan Korea pada April 2023 akibat kasus tersebut.
Dengan sentimen publik yang negatif setelah insiden tersebut, ia kesulitan mendapatkan peran baru.(*)
Editor : Heri Sugiarto