Inovasi bertajuk “Municipal Waste Segregation and Community Engagement: The ‘Nabuang Sarok’ Program for Alternative Fuel at PT Semen Padang as a Sustainable Growth Initiative” itu dinilai juri internasional berhasil memberikan solusi nyata terhadap pengelolaan limbah dan mendukung keberlanjutan industri semen.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. “Saya bangga dan bersyukur atas prestasi tertinggi yang diraih Tim Nabuang Sarok. Ini memperkuat reputasi PT Semen Padang sebagai perusahaan yang terus berinovasi dan berkontribusi bagi industri semen nasional,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Win menambahkan, penghargaan yang diraih tim dari Unit Alternative Fuel & Raw Material (AFR) diharapkan menjadi motivasi bagi karyawan lain untuk menghadirkan inovasi baru yang memberi nilai tambah bagi perusahaan.
“Kami berkomitmen terus mendorong lahirnya ide dan solusi baru demi kemajuan PT Semen Padang,” katanya.
Kepala Unit Learning & People Development PT Semen Padang, Siska Ayu Soraya, menjelaskan bahwa tim Nabuang Sarok berasal dari Unit AFR Departemen Rendal Produksi dan terdiri dari Juke Ismara (fasilitator), Musytaqim Nasra (ketua), Doche Delson (sekretaris), serta Haris Budiman, Sarman Dumalay, dan Fernanda Eka Putra sebagai anggota.
“Pada ajang APQO 2025, PT Semen Padang mengutus Doche Delson sebagai perwakilan tim untuk mempresentasikan inovasi di hadapan juri internasional,” ujar Siska yang didampingi Kepala Seksi Knowledge Management & Inovasi, Wan Setiawan.
Capaian di APQO 2025 ini menegaskan posisi PT Semen Padang sebagai pelopor inovasi ramah lingkungan dan perusahaan semen nasional yang berdaya saing global.(*)
Editor : Hendra Efison