PADEK.JAWAPOS.COM-Iran dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati gencatan senjata selama dua pekan, sebagai langkah awal menuju penghentian total perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.
Kesepakatan ini dimediasi oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dan negosiasi lanjutan dijadwalkan berlangsung di Islamabad pada 10 April 2026. Gencatan senjata mulai berlaku segera, dan juga berlaku bagi Israel dan Lebanon.
Dewan Keamanan Nasional Iran menegaskan bahwa negosiasi akan dimulai Jumat, 10 April 2026, di Islamabad, di bawah pengawasan pimpinan tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Negosiasi ini disebut sebagai kelanjutan dari medan pertempuran ke jalur diplomasi. Iran menekankan bahwa gencatan senjata ini bukan akhir perang, dan semua poin 10-tuntutan harus disepakati sebelum penghentian total konflik.
Meski menyepakati gencatan senjata, Iran menegaskan kesiapan militernya tetap tinggi. Setiap pelanggaran akan dibalas dengan kekuatan penuh, dan perang hanya akan berakhir setelah semua poin 10-tuntutan Iran disepakati secara resmi.
Iran menyampaikan rencana 10 poin yang menjadi dasar negosiasi, meliputi:
- Jaminan non-agresi dan penghentian semua serangan.
- Pengakuan kontrol Selat Hormuz dengan protokol transit aman yang dikoordinasikan Iran.
- Pengakuan hak pengayaan nuklir Iran.
- Pencabutan semua sanksi primer dan sekunder.
- Penghentian semua resolusi Dewan Keamanan dan Board of Governors.
- Pembayaran kompensasi atas kerugian Iran.
- Penarikan seluruh pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan.
- Penghentian konflik terhadap semua komponen Poros Perlawanan, termasuk Lebanon.
- Pembebasan seluruh aset Iran yang diblokir di luar negeri.
- Pengesahan kesepakatan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat secara hukum internasional.
Penghentian Serangan Dua Minggu
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada Selasa malam waktu setempat dan menangguhkan semua serangan terhadap Iran selama dua minggu.
Langkah ini dilakukan setelah pembicaraan dengan Shehbaz Sharif, yang mendesak penundaan tindakan militer AS selama negosiasi berlangsung.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah! Alasannya adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan sudah sangat jauh dalam mencapai kesepakatan pasti mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” tulis Trump di Truth Social.
Trump menambahkan bahwa dia menerima proposal 10 poin Iran sebagai dasar yang layak untuk bernegosiasi dan bahwa hampir semua poin perselisihan masa lalu telah disepakati. Namun jangka waktu dua minggu diperlukan untuk menyelesaikan perjanjian secara resmi.
Negosiasi Damai di Islamabad
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan di X bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran efektif segera. Sharif juga mengundang delegasi kedua negara ke Islamabad dalam tiga hari untuk melanjutkan negosiasi.
“Saya menyambut dengan hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kedua negara serta mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026, untuk bernegosiasi lebih lanjut guna mencapai kesepakatan akhir untuk menyelesaikan semua perselisihan.”
Sharif juga memuji kebijaksanaan dan pemahaman dari Amerika Serikat dan Iran. “Kedua pihak telah menunjukkan kebijaksanaan dan pemahaman yang luar biasa dan tetap terlibat secara konstruktif dalam memajukan perdamaian dan stabilitas. Kami sangat berharap bahwa ‘Perundingan Islamabad’ berhasil mencapai perdamaian berkelanjutan dan ingin berbagi lebih banyak kabar baik di hari-hari mendatang.”
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz akan memiliki jalur aman.
Araghchi menambahkan bahwa jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata Iran akan menghentikan operasi pertahanan mereka.(*)
Editor : Heri Sugiarto