Diabetes terjadi ketika tubuh pengidapnya tidak lagi mampu mengambil glukosa ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi. Kondisi ini pada akhirnya menghasilkan penumpukan gula ekstra dalam aliran darah tubuh.
Penyakit diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ dan jaringan tubuh, seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf.
Peningkatan insiden Diabetes melitus sangat dramatis dalam beberapa dekade terakhir dan menjadi epidemi dengan cepat pada abad ke 21.
Di Indonesia merupakan penyakit mematikan setelah stroke dan jantung (sekitar 10 juta orang). Diperkirakan sekitar 10 tahun mendatang dapat meningkat dua sampai tiga kali.
Pada tahun 2021 International Diabetes Federation (IDF) mencatat 537 juta orang dewasa (umur 20-79 tahun) atau 1 dari 10 orang hidup dengan diabetes di seluruh dunia.
Diabetes juga menyebabkan 6,7 juta kematian atau 1 tiap 5 detik. Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta dengan prevalensi diabetes sebesar 10,6%.
Di Provinsi Sumatera Barat terdapat 1,4% penderita diabetes melitus tipe 2 dari jumlah penduduk wilayah Sumatra Barat sebanyak 3,4 juta jiwa dengan kalkulasi adalah 47.600 jiwa.
Kota paling tinggi yang menyandang kasus diabetes melitus yaitu Pariaman yaitus sekitar 2,23%. Angka kejadian diabetes melitus tipe 2 kota Padang memiliki angka kejadian yang tinggi dengan jumlah 11.769 jiwa.
Berdasarkan permasalahan ini maka tim pengabdian masyarakat Rita Permatasari, M.Biotek, Dra. Suraini, M.Si, Rizi Maryani dan Okta Paria yang berasal dari Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Perintis Indonesia (Upertis) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Pemeriksaan Laboratorium Glukosa Darah dan Penyuluhan Kesehatan Gratis pada masyarakat di Pantai Gondariah Pariaman.
Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam pencegahan penyakit diabetes mellitus dengan melakukan pemeriksaan screening pada masyarakat sehingga dengan ini dapatkan dimanfaatkan masyarakat agar lebih aware dan peduli dengan kesehatan mereka sendiri agar tetap produktif. Kegiatan pengabdian ini dilakukan Minggu, 3 September 2023
Luaran kegiatan ini adalah:
1. Teridentifiksainya masyarakat yang memiliki kadar glukosa darah tinggi dan normal.
2. Dilakukannya penyuluhan kesehatan terkait diabetes melitus
3. Publikasi di jurnal kesehatan pengabmas
4. Publikasi media cetak/koran
Bagi masyarakat yang hasil glukosa darahnya tinggi maka akan diberikan penyuluhan kesehatan tentang diabetes bagaimana agar tidak terkena efek yang berkelajutan dari diabetes nantinya dan bagaimana cara menjaga agar glukosa darah dapat kembali normal dan menganjurkan agar masyarakat dapat melakukan pemeriksaan secara berkala dan berlanjut pada Puskesmas agar mendapatkan pengobatan.(rel) Editor : Hendra Efison