PADEK.JAWAPOS.COM-Di tengah semarak Ramadhan yang penuh berkah, Musala Sakinah Padang menjadi saksi bisu sebuah kisah inspiratif yang menghangatkan hati.
Di Musala Sakinah, seorang santri istimewa bernama Faiqa Zihni Aliya, atau yang akrab disapa Zihni, menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghafal AlQuran.
Zihni adalah seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) yang dibesarkan dengan penuh cinta dan dedikasi oleh sang nenek, yang akrab dipangil “Omi” oleh Zihni.
Kisah Zihni adalah bukti nyata betapa besar pengaruh pola asuh (parenting) dalam membentuk karakter dan potensi anak. Di balik keterbatasannya, Zihni mampu melampaui kemampuan santri lainnya dalam menghafal juz 30.
Keberhasilannya ini tak lepas dari peran Omi, yang dengan sabar dan telaten membimbing Zihni. Selama pesantren Ramadan di Musala Sakinah, Zihni selalu didampingi oleh Omi.
Sebenarnya, menurut wakil kurikulum dan guru agama Zihni di SMP Negeri 30 Padang, Zihni diperbolehkan untuk tidak mengikuti pesantren seperti santri lainnya. Namun, Zihni tetap memilih untuk mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan bersama teman-temannya.
Kemampuan Zihni dalam menghafal Al Quran ternyata melebihi kemampuan santri lainnya. Hal ini membangun rasa percaya diri Zihni dengan baik. Omi pun merasa sangat bangga dan terharu menyaksikan cucunya belajar dan berhasil mengikuti kegiatan pesantren dengan baik.
Omi adalah sosok yang luar biasa. Dengan latar belakangnya sebagai seorang bidan, beliau memiliki pemahaman mendalam tentang kesehatan dan perkembangan anak. Omi menerapkan pola asuh yang seimbang, menggabungkan disiplin yang tegas dengan kasih sayang yang tulus.
Setiap hari, Omi selalu antar jemput Zihni ke sekolah, meluangkan waktu untuk belajar bersama Zihni, mengulang-ulang hafalan, dan memberikan motivasi. Omi juga sangat memperhatikan kebutuhan khusus Zihni.
Omi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyesuaikan metode pembelajaran dengan gaya belajar Zihni, dan memberikan dukungan emosional yang tak ternilai. Kesabaran dan ketekunannya membuahkan hasil yang luar biasa.
Semua itu karena Omi menerapkan disiplin yang tinggi, namun tetap penuh kasih sayang. Sebagai seorang bidan, Omi sangat memperhatikan kesehatan Zihni, termasuk pola makannya. Dukungan penuh juga datang dari bunda Zihni, yang turut memberikan perhatian dan bimbingan.
Selain Omi, para guru pendamping di Musala Sakinah juga memegang peran penting dalam membimbing Zihni. Kami pendamping di Musalah Sakinah memahami kebutuhan khusus Zihni dan memberikan bimbingan yang disesuaikan dengan kemampuannya.
Sebagai guru pendamping di Musala Sakinah, saya telah menyaksikan banyak kisah inspiratif selama bertahun-tahun. Namun, kisah Faiqa Zihni Aliya, atau Zihni, adalah salah satu yang paling menyentuh hati.
Zihni, seorang anak berkebutuhan khusus (ABK), datang ke musala dengan membawa cahaya terang, didampingi oleh pilar kekuatannya, sang nenek, atau Omi. Awalnya, ada sedikit keraguan di hati, Omi. Mampukah Zihni mengikuti kegiatan pesantren Ramadan yang padat?
Namun, keraguan itu segera sirna ketika saya sebagai pendamping dan sekaligus guru Zihni di sekolah menyampaikan pada pengurus untuk menjadi pendamping pesantren di musalah Sakinah ini.
Karena Zihni adalah siswa saya, saya sangat mengenal Zihni dan melihat semangat dan ketekunan Zihni, saya yakin Zihni akan bisa melaksanakan pesantren dengan baik. Hingga akhirnya, Zihni datang ke musala dengan senyum ceria, didampingi Omi yang penuh kasih sayang.
Di Musala Sakinah, tugas kami guru pendamping adalah membantu Zihni dan santri lainnya dalam belajar dan beribadah. Kami berusaha menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana Zihni merasa diterima dan dihargai.
Kami menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan Zihni, menggunakan alat bantu visual dan permainan edukatif agar pelajaran lebih mudah dipahami.
Kemampuan Zihni dalam menghafal Al Quran sungguh luar biasa. Meskipun memiliki keterbatasan, Zihni mampu menghafal juz 30 dengan lancar, bahkan melebihi kemampuan santri lainnya.
Ini adalah bukti nyata bahwa dengan cinta, kesabaran, dan bimbingan yang tepat, seorang anak ABK pun mampu mencapai hal-hal yang luar biasa. Lebih dari itu, Zihni telah menorehkan prestasi gemilang dengan menamatkan hafalan Al-Qur’an (khatam) di waktu kelas 6 SD.
Pencapaian ini semakin menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi Zihni untuk meraih prestasi yang luar biasa. Namun, kemampuan Zihni tidak hanya terbatas pada hafalan Al Quran.
Sejak di SD Adabiah, Zihni telah menunjukkan bakatnya di berbagai bidang. Guru-guru SDnya selalu mendukung aktivitas Zihni, baik formal maupun non-formal.
Zihni juga aktif dalam kegiatan tahfiz, pada kegiatan MDA di Masjid Raya Adabiah. Pada kegiatan ini Zihni sering tampil membawakan lagu nasyid dalam bimbingan guru Agamanya. Hal ini memberikan ruang bagi Zihni untuk melatih disiplin dan kepercayaan dirinya.
Bakat istimewa Zihni lainnya adalah melukis dan bermain biola. Dengan alunan biolanya, Zihni mampu memainkan lagu-lagu nasyid dengan indah, menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya. Bakat ini adalah anugerah, bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mengekspresikan diri dan berkarya.
Kisah Zihni adalah pengingat bagi kita semua untuk tidak pernah malu jika dikaruniai seorang anak ABK dalam keluarga. Yakinlah, mereka adalah ciptaan Allah yang istimewa, yang dititipkan kepada orang tua pilihan.
Allah percaya bahwa orang tua tersebut memiliki kekuatan dan kesabaran yang lebih besar untuk membesarkan anak-anak istimewa ini. Anak ABK adalah ladang amal yang subur, sumber rezeki dan pahala yang berlipat ganda.
Mereka mengajarkan kita tentang cinta tanpa syarat, kesabaran yang tak terbatas, dan kekuatan untuk mengatasi segala rintangan.
Mari kita rangkul anak-anak ABK dengan cinta dan kasih sayang.
Mari kita berikan mereka dukungan dan bimbingan yang mereka butuhkan untuk mengembangkan potensi mereka. Mari kita ciptakan masyarakat yang inklusif, di mana setiap anak merasa diterima dan dihargai.
Zihni adalah inspirasi bagi kita semua. Dia membuktikan bahwa setiap anak, termasuk anak-anak ABK, memiliki potensi yang luar biasa. Dia mengajarkan kita tentang kekuatan cinta, kesabaran, dan ketekunan. Dia juga mengajarkan kita tentang pentingnya dukungan dan penerimaan dari lingkungan sekitar.
Saya berharap kisah Zihni dapat menginspirasi orang tua, guru, dan masyarakat luas untuk memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat kepada anak-anak ABK.
Dengan cinta dan kesabaran, kita dapat membantu mereka meraih impian dan menjadi bagian dari masyarakat yang inklusif dan harmonis.
Sebagai guru pendamping, saya merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan Zihni. Saya yakin, dengan dukungan dan bimbingan yang tepat, setiap anak, termasuk anak-anak ABK, dapat meraih impian mereka. (Zahratil Husna, GURU SMPN 30 PADANG)
Editor : Novitri Selvia