Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kecil-kecil Punya Karya: Kisah Nafisah Nurul Halfia

Adriyanto Syafril • Rabu, 3 Juni 2026 | 08:40 WIB
NAFISAH NURUL HALFIA, Pengarang buku Akhir dari Sebuah Usaha.
NAFISAH NURUL HALFIA, Pengarang buku Akhir dari Sebuah Usaha.

Penulis : Wiwidriati, S.Pd.SD - Guru UPTD SDN 01 Tungkar

Di sudut UPTD SDN 01 Tungkar, ada kisah luar biasa dari seorang siswi bernama Nafisah Nurul Halfia. Lewat bukunya berjudul “Akhir dari Sebuah Usaha”, Nafisah membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk melahirkan karya besar. 

Nafisah adalah anak yang bersahaja. Di tengah keterbatasan fasilitas sekolah di daerah, ia punya dunia sendiri: dunia imajinasi dan cerita. Saat teman-teman seusianya sibuk bermain, Nafisah justru mengisi waktu luang di sekolah dan di rumah untuk merangkai kata demi kata. Awalnya tulisan-tulisannya acak dan sering dianggap angin lalu. Tapi ia tidak menyerah.

Proses menulis Nafisah tidak selalu mulus. Ia pernah mengalami writer’s block, merasa ide-idenya buntu. Ia juga sering mencoret draf yang gagal. Namun berkat ketekunan, ia belajar bahwa menulis bukan soal bakat saja, tapi soal konsistensi. Sedikit demi sedikit, tulisan acaknya berhasil disatukan menjadi satu naskah utuh.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan lingkungan. Kepala Sekolah UPTD SDN 01 Tungkar, Des Apmriati,S.Pd.SD, bersama para majelis guru, dengan sabar membimbing Nafisah. Guru-gurunya jeli melihat potensi, tidak mematikan imajinasi demi mengejar nilai akademis semata. Dukungan terbesar datang dari keluarganya, terutama bundanya. Bunda Nafisah menjadi jembatan yang selalu menyemangati, menyediakan ruang dan waktu agar anaknya bisa berkarya.

 Akhirnya, perjuangan Nafisah berbuah manis. Naskahnya diterbitkan menjadi buku yang diakui secara luas. Momen paling membahagiakan adalah ketika ia pertama kali memegang buku cetak dengan namanya sendiri di sampul. Dari jemari mungil seorang anak SD, lahir karya yang kini bisa dibaca banyak orang.

Kisah Nafisah membawa beberapa pesan penting. Pertama, literasi adalah senjata. Membaca dan menulis membuka jendela dunia. Kedua, ekosistem literasi sangat penting. Guru dan orang tua berperan sebagai pendukung, bukan penghambat. Ketiga, keberanian memulai adalah kunci. Langkah tersulit adalah mengirimkan naskah pertama. Keempat, konsistensi mengalahkan bakat. Tanpa ketekunan menyelesaikan draf, bakat menulis tidak akan jadi apa-apa.

Karya Nafisah juga memberi efek positif ke teman sebayanya di UPTD SDN 01 Tungkar. Banyak siswa lain jadi termotivasi ikut menulis. Nafisah telah menyalakan obor literasi dari sudut Tungkar. Tugas kita sekarang adalah menjaga api itu tetap menyala dan menularkannya ke sekolah-sekolah lain.

Secara keseluruhan, “Kecil-Kecil Punya Karya” adalah bacaan bergizi yang wajib dibaca anak, pendidik, dan orang tua. Ini tamparan positif yang mengingatkan: di dalam diri anak SD, jika diasah dengan ketekunan dan didukung lingkungan tepat, terkandung kekuatan besar yang mampu menginspirasi dunia. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Limapuluh Kota