Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bukan Sekolah Favorit yang Menentukan Masa Depan Anak

Redaksi • Selasa, 9 Juni 2026 | 06:31 WIB
Kegiatan belajar siswa SMK Negeri 6 Padang berlangsung dengan penuh kesungguhan beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)
Kegiatan belajar siswa SMK Negeri 6 Padang berlangsung dengan penuh kesungguhan beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)

Penulis : Yuhermita, S.Si - Guru SMK Negeri 6 Padang

“Coba lihat pohon yang tumbuh di halaman. Apakah ia tumbuh karena nama besar tanah tempat ia berdiri? Tentu tidak. Pohon tumbuh karena akarnya terus bekerja menyerap air dan nutrisi. Begitu pula anak-anak kita. Di mana pun mereka bersekolah, jadilah seperti akar: terus belajar, tumbuh, dan berkembang.”

Musim Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sering menjadi momen yang penuh harapan sekaligus kecemasan bagi orang tua dan anak. Tidak sedikit siswa yang telah berusaha keras, tetapi pada akhirnya belum berhasil diterima di sekolah yang menjadi pilihan utama atau sekolah favorit. Situasi ini tentu dapat menimbulkan rasa kecewa, sedih, bahkan putus asa.

Sebagai guru, kami memahami perasaan tersebut. Namun, ada satu hal yang perlu diingat bersama: tidak diterima di sekolah favorit bukan berarti gagal meraih masa depan yang gemilang.

Sekolah memang menjadi tempat belajar, tetapi keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh nama besar sekolahnya. Karakter, kedisiplinan, semangat belajar, kemampuan beradaptasi, serta dukungan keluarga memiliki peran yang jauh lebih besar dalam menentukan kesuksesan mereka di masa depan. Sekolah favorit memang dapat menjadi salah satu jalan menuju kesuksesan, tetapi yang jauh lebih penting adalah tujuan pendidikan itu sendiri, yakni membentuk ilmu pengetahuan, karakter, dan masa depan anak.

Banyak orang hebat lahir dari sekolah biasa. Sebaliknya, tidak sedikit pula siswa yang bersekolah di sekolah favorit, tetapi tidak mampu memaksimalkan fasilitas dan peluang yang tersedia. Karena itu, keberhasilan tidak ditentukan oleh tempat belajar semata, melainkan oleh bagaimana seseorang memanfaatkan kesempatan yang dimilikinya.

Orang tua diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan bagi anak pada masa-masa seperti ini. Hindari membandingkan anak dengan teman-temannya yang diterima di sekolah favorit. Perbandingan hanya akan menambah beban psikologis dan menurunkan rasa percaya diri mereka. Sebaliknya, berikan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan dan yakinkan bahwa masih banyak jalan menuju keberhasilan.

Kegagalan yang dialami hari ini dapat menjadi pelajaran berharga tentang arti perjuangan, ketangguhan, dan kesabaran. Banyak tokoh sukses yang justru menempa diri melalui berbagai kegagalan sebelum akhirnya mencapai puncak keberhasilan. Anak-anak perlu belajar bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan, tetapi mereka harus tetap bangkit dan melangkah maju.

Orang tua juga perlu membantu anak melihat peluang yang ada di sekolah tempat mereka diterima. Setiap sekolah memiliki keunggulan, guru-guru yang berdedikasi, serta kesempatan untuk berkembang. Prestasi tidak hanya lahir di sekolah favorit, tetapi dapat tumbuh di mana saja ketika ada kemauan belajar dan lingkungan yang mendukung.

Keberhasilan seorang anak bukan ditentukan oleh nama sekolah yang tertulis pada seragamnya. Yang membuatnya berhasil adalah apa yang dilakukan setiap hari, seperti cara belajar, menghargai waktu, dan bangkit dari kegagalan. Coba lihat pohon yang tumbuh di halaman. Apakah ia tumbuh karena nama besar tanah tempat ia berdiri? Tentu tidak. Pohon tumbuh karena akarnya terus bekerja menyerap air dan nutrisi. Kesimpulannya, di mana pun anak bersekolah, jadilah seperti akar yang terus belajar, tumbuh, dan berkembang.

Mari jadikan hasil SPMB sebagai awal perjalanan baru, bukan akhir dari harapan. Tugas kita sebagai orang tua dan guru adalah memastikan anak tetap memiliki semangat, percaya diri, dan optimisme untuk meraih cita-citanya.

Ingatlah, yang menentukan masa depan anak bukanlah di sekolah mana ia belajar, melainkan bagaimana ia belajar, berjuang, dan terus berkembang di mana pun ia berada. Dengan dukungan keluarga dan pendidikan yang baik, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pribadi yang sukses dan membanggakan. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Sumatera Barat