Banjir bandang yang terjadi pada Jumat malam, 22 November 2024, telah meluluhlantakkan wilayah tersebut. Dua warga hilang, salah satunya ditemukan meninggal dunia akibat terhimpit material longsor.
“Musibah ini adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Kita harus tabah dan tawakal menghadapi cobaan ini,” ungkap Safaruddin saat melihat kondisi masyarakat dan kerusakan yang terjadi.
Bupati Safaruddin didampingi Ketua TP-PKK Limapuluh Kota, Ny Nevi Safaruddin, juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir bandang.
"Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam masa pemulihan," katanya.
Seruan Waspada dan Koordinasi
Dalam dialognya dengan warga terdampak, Bupati Safaruddin mengimbau masyarakat untuk terus waspada, terutama bagi yang tinggal di bantaran sungai dan lereng bukit.
Intensitas hujan yang tinggi dan kondisi tanah yang labil menjadi potensi risiko bencana susulan.
“Pemerintah kecamatan dan nagari harus selalu berkoordinasi dengan BPBD dan OPD terkait jika terjadi bencana lanjutan,” tegasnya.
Dampak Luas Bencana di Limapuluh Kota
Menurut data BPBD Limapuluh Kota, selain Jorong Siamang Bunyi, banjir juga melanda sejumlah wilayah lain.
Akibat meluapnya air sungai Batang Maek mengakibatkan 9 Jorong di Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Kotobaru terendam air termasuk hamparan lahan sawah dan rumah warga rusak akibat tergenang air.
Bahkan akibat tingginya luapan banjir, akses jalan Sumbar-Riau sempat tertutup selama 5 jam.
Baca Juga: Satu Korban Banjir Bandang Limapuluh Kota Ditemukan Meninggal Dunia
"Saat ini luapan banjir sudah mulai surut dan warga sudah mulai memberihkan rumah masing-masing dan akses jalan penghubung Sumbar-Riau tepatnya di Nagari Pangkalan sudah pulih kembali,” ujar Kalaksa BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol
Di Nagari Manggilang, dua jorong, yakni Jorong Pasa dan Subarang Pasa, terendam banjir.
Sementara di Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, banjir bandang menerjang Jorong Ambacang Kunyik dan Jorong Pauh Sangik.
Akibat dampak bencana banjir bandang tersebut, 1 unit jembatan rusak berat, sekitar 1 hektare persawahan masyarakat rusak berat, 2 unit rumah masyarakat terendam banjir termasuk 1 mushalla.
“Jumlah KK yang terisolir di Jorong Ambacang Kunyik sekitar 66 KK sedangkan di Jorong Pauh Sangik 257 KK juga mengalami dampak terisolir akibat luapan banjir bandang tersebut," katanya.
Sedangkan di Nagari Kubang, Kecamatan Guguk, banjir bandang juga telah memporak porandakan Jorong Siamang Bunyi. Dampaknya, 1 warga hilang, satu warga meninggal, 8 rumah rusak berat, badan jalan tertimpa pohon tumbang, 1 unit mobil ambulans hilang terbawa arus termasuk 1 unit sepeda motor dan 6 ekor ternak kambing milik masyarakat hilang terseret banjir bandang.(*)
Editor : Heri Sugiarto