Kegiatan yang melibatkan tim terpadu terdiri dari TNI, Polri dan Sar Kepulauan Mentawai tersebut, dalam rangka membersihkan aliran sungai untuk antisipasi banjir pada saat musim hujan.
Kalaksa BPBD Kepulauan Mentawai, Novriadi mengatakan, bahwa, kegiatan susur sungai selama 3,5 jam tersebut, menemukan 10 titik penyumbatan aliran sungai. Yang terdiri dari potongan bambu dan kayu yang sudah lapuk.
“Penyumbatan aliran sungai ini merupakan salah satu penyebab banjir di kawasan permukiman masyarakat yang ada di sepanjang aliran sungai Desa Sidomakmur. Ada 10 titik penyumbatan berupa material kayu dan bambu dari giat susur sungai tersebut,” ungkapnya.
Menurut dia, ke depan, langkah tersebut, akan mendapat perhatian serius pemerintah daerah guna mengantisipasi terjadinya banjir akibat adanya penyumbatan aliran sungai. Sehingga, aliran sungai dapat mengalir dengan lancar hingga ke muara, tanpa ada penyumbatan yang tentunya dapat menyebabkan bencana. (rif) Editor : Novitri Selvia