Antrean kendaraan mengular hingga sekitar 5 kilometer di jalur lalu lintas KM 106/107 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, akibat perbaikan jalan yang masih berlangsung.
Kendaraan yang berada dalam kemacetan tersebut tidak hanya mobil pribadi, tapi juga truk-truk besar yang mengangkut barang. Kondisi itu diperparah adanya kendaraan yang mengalami kerusakan.
Sistem buka-tutup diterapkan di jalur ini mulai pukul 18.00 hingga 07.00 WIB untuk kendaraan melintas. Namun, pada pukul 07.00 hingga 18.00 WIB, jalur kembali ditutup karena pekerja melanjutkan proses perbaikan.
Kondisi ini menyebabkan banyak pengendara terjebak macet hingga berjam-jam.
Seorang pengendara asal Pekanbaru, Nazir Fahmi mengatakan ia terjebak berjam-jam ketik hendak melintasi jalur itu.
"Saya berangkat sejak subuh agar bisa melintas sebelum pukul 07.00, tapi sesampainya sekitar 5 km dari lokasi buka-tutup jalan itu, antrean sudah sangat panjang. Hingga jalur ditutup pagi hari, saya belum juga bisa melintas," ujar Nazir, Sabtu malam (30/11/2024).
Akibatnya, ia memutuskan kembali ke Pekanbaru dan merencanakan perjalanan melalui jalur alternatif Lipat Kain-Teluk Kuantan-Kiliran Jao pada Minggu (1/12/2024).
Nazir berharap agar perbaikan jalan segera rampung. "Jalur ini urat nadi mobilitas orang dan barang antara Riau dan Sumbar. Jika perbaikan terlalu lama, dampaknya akan signifikan pada perekonomian daerah," katanya.
CekBaca Juga: Daftar Link Cek Hasil Pilkada 2024, Real Count TPS 19 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat
Selain itu, kata Nazir, perlu ada koordinasi pihak terkait di dua daerah agar kemacetan bisa diminimalisir dan truk benar-benar diarahkan lewat jalur alternatif.
"Jika tidak, maka perbaikan dan pengerasan jalan akan jadi lama. Apalagi cuaca di sini juga masih sering hujan," katanya.
Imbau Lewat Jalur Alternatif
Kasatlantas AKP Vino Lestari melalui media sosial Instagram Satlantas Kampar, mengimbau pengendara dari Riau dan Sumbar untuk menggunakan jalur alternatif Lipat Kain-Kuansing-Kiliran Jao, terutama bagi yang perjalanannya tidak mendesak.
Baca Juga: Liga Inggris: Van Nistelrooy Saksikan Leicester City Dibantai Brentford 4-1 dari Tribun
Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban jalan yang diperbaiki dan arus kendaraan yang melintasi jalur buka-tutup KM 106/107 Koto Kampar.
"Pengendara yang baru memasuki antrean diharapkan segera memutar balik dan memilih jalur alternatif tersebut," katanya.
Bagi pengendara yang sudah terjebak dalam antrean, diharapkan untuk tetap sabar dan tidak menggunakan lajur kanan demi kelancaran arus lalu lintas.
"Jika itu tidak dipatuhi, maka akan memicu penyempitan jalan yang memperparah kemacetan dan merugikan orang banyak," tegasnya.
Pengendara juga mengingatkan bahwa kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu. Khusus pengendara roda dua, disarankan menggunakan jembatan yang tersedia untuk menghindari penumpukan di lokasi perbaikan.
Jalur Riau-Sumbar ini merupakan salah satu akses vital bagi transportasi antardaerah. Pengendara diharapkan untuk terus memantau informasi terkini sebelum memutuskan rute perjalanan.(*)
Editor : Heri Sugiarto