Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pupuk Indonesia dan PETRONAS Chemicals Perkuat Sinergi untuk Ketahanan Pangan dan Hilirisasi

Heri Sugiarto • Jumat, 1 Agustus 2025 | 16:21 WIB

Penandatanganan MoU antara Pupuk Indonesia dan PETRONAS Chemicals di Jakarta, Kamis (31/7/2025). (Foto: Corcom)
Penandatanganan MoU antara Pupuk Indonesia dan PETRONAS Chemicals di Jakarta, Kamis (31/7/2025). (Foto: Corcom)
PADEK.JAWAPOS.COM-PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PETRONAS Chemicals Group Berhad (PCG) menandatangani kelanjutan nota kesepahaman (MoU) guna memperluas kolaborasi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan regional, serta mendorong hilirisasi industri pupuk dan petrokimia di Indonesia, Kamis (31/7/2025).

Penandatanganan kerja sama ini mencakup penjajakan sinergi pada pasokan urea dan amonia, transfer pengetahuan teknis dan operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan dalam bidang Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE).

Langkah ini diharapkan menjadi katalisator dalam penguatan industri pupuk dan petrokimia yang berkelanjutan dan efisien, serta memenuhi kebutuhan pangan kawasan Asia Tenggara.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini memperluas ruang sinergi antara kedua perusahaan.

“Tidak hanya mencakup pasokan produk, tetapi juga pengembangan kapasitas, transfer teknologi, serta eksplorasi proyek hilirisasi. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi industri nasional serta peningkatan kehandalan operasional pabrik pupuk,” ujar Rahmad saat acara penandatanganan di Jakarta.

Sebagai bagian dari kerja sama, kedua pihak menyepakati pelaksanaan studi kelayakan bersama (Joint Feasibility Study Agreement) terkait pengembangan teknologi pabrik metanol.

Proyek ini ditujukan untuk memperkuat hilirisasi industri petrokimia nasional.

Metanol merupakan komoditas strategis bernilai tinggi yang memiliki pasar luas dan menjadi bagian dari diversifikasi usaha non-pupuk Pupuk Indonesia secara berkelanjutan.

Dengan pengembangan pabrik metanol di dalam negeri, Pupuk Indonesia menargetkan pengurangan ketergantungan terhadap impor sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat sektor industri berbasis sumber daya dalam negeri.

Kemitraan ini juga menjadi strategi penting bagi Pupuk Indonesia dalam menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks.

Melalui kolaborasi dengan PETRONAS Chemicals, perusahaan berpeluang memperluas jaringan kemitraan di kawasan Asia Tenggara dan meningkatkan daya saingnya sebagai pemain utama industri pupuk dan petrokimia.

Selain aspek teknis dan pasokan, kerja sama ini juga mencakup program pertukaran pengetahuan dan teknologi di bidang HSE.

Kedua perusahaan akan memperkuat praktik keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan tata kelola operasional demi peningkatan keberlanjutan industri.

Rahmad menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan komitmen nyata Pupuk Indonesia untuk terus membangun industri pupuk nasional yang efisien dan berdaya saing.

“Kami percaya kolaborasi seperti ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global, sekaligus mewujudkan ketahanan pangan di skala regional yang lebih tangguh,” pungkasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#ketahanan pangan #pupuk indonesia #hilirisasi industri pupuk #petrokimia nasional #PETRONAS Chemicals