China yang dikalahkan Korea Selatan di final Piala Uber dua tahun lalu, pada tahun ini tampil gemilang di kandang sendiri dan meraih gelar Piala Uber ke-16.
Tunggal putri China, Chen Yufei, membuka kemenangan dengan skor dominan 21-7, 21-16 atas Gregoria Mariska Tunjung.
Chen Yufei merupakan pebulutangkis juara Olimpiade Tokyo yang menjadi ujung tombak tunggal putri China, dan memiliki catatan tidak pernah kalah sepanjang turnamen.
Gregoria mengaku sudah berusaha memberikan perlawanan meski belum bisa meraih kemenangan.
Pebulutangkis yang biasa disapa Jorji ini, mengakui Chen Yufei mampu tampil lebih lepas di hadapan pendukung tuan rumah.
"Sedih dan kecewa rasanya karena sebenarnya momen final Piala Uber ini adalah salah satu yang saya nantikan," ungkapnya.
Sementara itu, ganda putri nomor 1 dunia, Chen Qingchen dan Jia Yifan, memperlebar keunggulan China menjadi 2-0 setelah mengalahkan Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Ribka Sugiarto dengan skor 21-11, 21-8.
Ribka menyebut hasil akhir pertandingan ini memang belum sesuai dengan apa yang diinginkan. Tetapi, Ribka tetap bersyukur karena tim Indonesia mampu melesat hingga ke final Piala Uber 2024.
Di partai ketiga, pemain tunggal kedua Indonesia, Ester Nurumi Tri Wardoyo, sempat mengejutkan dengan merebut set pertama dengan hasil meyakinkan, 21-10. Namun He Bingjiao bangkit dan memastikan kemenangan China dengan skor 21-15, 21-17.
Meski kalah, Indonesia telah menorehkan sejarah di Piala Uber 2024. Para pemainnya berhasil membawa tim mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2008 lalu di Jakarta.
"Kami mencapai final setelah 16 tahun. Ini tidak mudah tapi kami telah membuktikan kekuatan kami," kata Tunjung.
Sedangkan Jepang dan Korea Selatan berbagi medali perunggu di ajang Piala Uber tahun ini.(*)
Editor : Heri Sugiarto