Laga yang disiarkan live streaming Vidio dan Indosiar ini menjadi momen penting bagi Bajul Ijo untuk mengakhiri tren buruk belum meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir.
Green Force mengalami lima kekalahan dan satu hasil imbang dalam enam laga terakhir sehingga membuat tekanan terhadap tim semakin besar, termasuk pada nasib pelatih kepala Paul Munster.
Persebaya menelan kekalahan saat menghadapi Bali United, PSS Sleman, Malut United, Barito Putera, dan Persis Solo. Satu-satunya poin didapatkan dari hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang di Gelora Bung Tomo.
Saat ini, Persebaya berada di peringkat ke-4 klasemen sementara dengan 38 poin dan berambisi kembali ke jalur kemenangan.
Namun, Persebaya tidak akan tampil dengan kekuatan penuh. Lima pemain andalan dipastikan absen dalam laga ini.
Mohammed Rashid harus menepi karena akumulasi kartu, sementara Gilson Costa absen akibat kartu merah di laga terakhir.
Toni Firmansyah juga tidak bisa bermain karena tengah membela Timnas Indonesia.
Selain itu, dua pemain asing, Bruno Moreira dan Slavko Damjanovic, masih dalam pemulihan cedera dan belum dipastikan bisa tampil.
Tidak hanya kehilangan pemain, Persebaya juga harus menjalani laga ini tanpa pendampingan langsung dari pelatih Paul Munster di pinggir lapangan.
Meski demikian, Persebaya tetap optimistis bisa meraih hasil positif demi memperbaiki posisi di klasemen dan menjaga asa di papan atas.
Kiper Persebaya, Ernando Ari menegaskan bahwa mentalitas dan kesiapan individu menjadi faktor utama dalam menghadapi PSBS.
Untuk itu menghadapi laga penting ini, Ernando memastikan timnya melakukan persiapan dengan sangat matang.
Menurutnya, evaluasi dari enam laga terakhir telah dilakukan dan seluruh pemain sepakat untuk berjuang maksimal demi meraih kemenangan.
"Pertama pasti berkaitan dengan mental, juga persiapan individu dari pemain. Sekarang kami persiapan untuk lawan PSBS Biak dengan sangat matang," kata kiper asal Semarang itu.
Direktur operasional Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa laga melawan PSBS Biak 15 Februari dan Dewa United 21 Februari akan menjadi penentu nasib Munster.
PSBS Biak Bertekad Curi Poin
Di sisi lain, PSBS Biak datang ke Surabaya dengan motivasi tinggi. Tim berjuluk Badai Pasifik itu ingin memanfaatkan kondisi Persebaya yang sedang dalam performa kurang stabil untuk mencuri poin.
Pelatih PSBS, Guillermo Samso, memastikan timnya dalam kondisi terbaik setelah bermain imbang 0-0 melawan Madura United pekan lalu.
Meskipun sempat terganggu hujan selama persiapan di Bali, Samso menegaskan bahwa tim tetap menjalani latihan dengan maksimal.
"Semua persiapan sudah kami lakukan dengan baik. Meski hujan beberapa hari di Bali, kami tetap memaksimalkan latihan bagi para pemain," ujar pelatih asal Argentina itu.
PSBS membawa 20 pemain ke Surabaya, termasuk tiga pilar utama yang sebelumnya absen, yaitu Marckho Meraudje, Jonata Machado, dan Ariel Nahuelpan.
Kehadiran mereka diyakini bakal menambah kekuatan tim yang saat ini berada di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan 29 poin.
Selain itu, PSBS juga bertekad menebus kekalahan tipis 0-1 dari Persebaya di putaran pertama lalu yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
"Peluang kami meraih poin sangat terbuka. Kami datang dengan motivasi untuk mengalahkan mereka," tegas Guillermo Samso.(*)
Editor : Heri Sugiarto