Model matematis ini menganalisis kekuatan tim, catatan hasil historis, performa, dan variabel lain. Opta menjalankan 10 ribu simulasi pertandingan untuk menghitung probabilitas kemenangan tiap tim.
Hasil simulasi menunjukkan 19 dari 20 tim Premier League telah memenangkan gelar setidaknya sekali, kecuali Sunderland. Semua tim juga mengalami kemungkinan degradasi dalam minimal tujuh simulasi.
Peluang Liverpool yang musim ini mendatangkan Florian Wirtz, Hugo Ekitike dan Jeremie Frimpong, menunjukkan peningkatan signifikan dari prediksi awal musim lalu yang hanya berada di angka 5,1%.
Arsenal meningkat peluangnya dari 12,2% menjadi 24,3% berkat aktivitas transfer, termasuk Victor Gyokeres.
Manchester City yang dilatih Pep Guardiola turun dari 82,2% menjadi 18,8%, sementara Chelsea besutan Enzo Maresca diprediksi menjadi tim keempat zona Liga Champions.
Aston Villa diproyeksikan menempati posisi kelima, sedikit unggul dari Newcastle, Crystal Palace, dan Brighton, yang bersaing untuk tiket Liga Europa dan Conference League.
Manchester United asuhan Ruben Amorim kemungkinan finis di posisi ke-12, sedangkan Tottenham Hotspur ke-14, mirip dengan musim lalu saat United ke-15 dan Tottenham ke-17, meski Tottenham memenangkan Europa League.
Tiga tim promosi—Burnley, Leeds, dan Sunderland—diprediksi menempati posisi 18, 19, dan 20, berpotensi kembali ke Championship.
Prediksi ini menegaskan Liverpool sebagai tim dengan peluang tertinggi menjuarai Premier League 2025/26, diikuti Arsenal, Manchester City, Chelsea, dan Aston Villa.
Persaingan untuk posisi Liga Champions kelima dan zona degradasi diproyeksikan tetap ketat.(*)
Editor : Heri Sugiarto