Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Preview Argentina vs Swiss: Jadwal, Head to Head dan Modal Kedua Tim di Perempat Final Piala Dunia 2026

Heri Sugiarto • Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:35 WIB
Lionel Messi bakal berduel dengan Ruben Vargas pada laga Argentina vs Swiss di perempat final Piala Dunia 2026.(Foto ilustrasi AI)
Lionel Messi bakal berduel dengan Ruben Vargas pada laga Argentina vs Swiss di perempat final Piala Dunia 2026.(Foto ilustrasi AI)

PADEK.JAWAPOS.COM – Timnas Argentina akan menghadapi Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Amerika Serikat, Sabtu (11/7) pukul 20.00 waktu setempat atau Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB. Pemenang pertandingan ini akan bertemu Inggris atau Norwegia pada semifinal di Atlanta.

Argentina melaju ke perempat final setelah memuncaki Grup J berkat kemenangan atas Austria, Yordania, dan Aljazair. Pada fase gugur, tim asuhan Lionel Scaloni mengalahkan Tanjung Verde 3-2 setelah perpanjangan waktu di babak 32 besar, kemudian bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menang 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar.

Swiss mencapai delapan besar setelah tampil tanpa kekalahan di Grup B. Mereka mengalahkan Kanada dan Bosnia-Herzegovina serta bermain imbang melawan Qatar. Di fase gugur, Swiss menundukkan Aljazair 2-0 sebelum menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti 4-3 setelah bermain imbang tanpa gol. Hasil itu membawa Swiss kembali ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 72 tahun.

Pelatih Swiss Murat Yakin menilai timnya memiliki peluang menang menghadapi juara bertahan. Menurutnya, performa Argentina sepanjang fase gugur menunjukkan bahwa lawannya bukan tim yang tidak bisa dikalahkan.

"Kami menghadapi juara bertahan dan itu merupakan kesempatan yang istimewa. Pada saat yang sama, kami menyadari bahwa Argentina bukan tim yang tidak bisa dikalahkan. Pertandingan ini akan menarik dari sisi taktik," kata Yakin.

Performa Lionel Messi kembali menjadi perhatian menjelang laga ini. Penyerang berusia 39 tahun itu telah mencetak delapan gol dalam lima pertandingan dan berada di persaingan perebutan Sepatu Emas bersama Kylian Mbappé.

Messi juga mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 21 gol.

Pada babak 16 besar melawan Mesir, Messi menyumbang satu gol dan satu assist saat Argentina membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 menjadi menang 3-2.

Namun, setelah menjalani pertandingan hingga 120 menit melawan Tanjung Verde dan duel berat menghadapi Mesir, kondisi fisiknya kembali menjadi sorotan jelang perempat final.

Scaloni mengungkapkan harapannya terhadap warisan yang ingin ditinggalkan timnas Argentina. Menurut pelatih berusia 48 tahun itu, ia ingin Albiceleste dikenang sebagai tim yang tidak pernah menyerah.

"Saya ingin tim nasional ini dikenang sebagai tim yang tidak pernah menyerah," kata Scaloni dalam konferensi pers di Arrowhead Stadium, Jumat (10/7) waktu setempat.

Scaloni mengatakan dukungan suporter menjadi salah satu sumber motivasi bagi timnya. Ia mengaku tersentuh setelah melihat seorang pendukung muda menyampaikan dukungan dengan penuh semangat kepada tim nasional Argentina.

"Kami, staf pelatih dan para pemain, bermain sepak bola untuk hal seperti ini. Kami tidak bermain hanya untuk meraih kemenangan. Ketika melihat seorang anak berusia 10 tahun berbicara dengan semangat seperti itu dan semua orang meneriakkan 'Argentina', itu sangat emosional. Itulah warisan yang saya inginkan," ujar Scaloni.

Secara head to head, Argentina memiliki catatan lebih baik atas Swiss. Dari tujuh pertemuan di semua kompetisi, Argentina meraih lima kemenangan, sedangkan dua laga lainnya berakhir imbang.

Argentina juga memenangi dua pertemuan sebelumnya melawan Swiss di Piala Dunia, yakni 2-0 pada fase grup edisi 1966 dan 1-0 pada babak 16 besar edisi 2014.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Piala Dunia 2014. Dari laga tersebut, hanya tiga pemain yang masih bertahan hingga kini, yaitu Lionel Messi, kapten Swiss Granit Xhaka, dan bek Ricardo Rodriguez.

Argentina dilaporkan tidak memiliki pemain yang mengalami cedera menjelang pertandingan ini. Sementara itu, Swiss kehilangan Johan Manzambi dan Jaquez akibat cedera, sedangkan Michel Aebischer masih diragukan tampil.

"Sayangnya, cedera Johan Manzambi sangat merugikan kami. Itu benar-benar menjadi pukulan. Dia sedang berada dalam performa yang bagus. Anda bisa melihat bagaimana dia bermain dengan penuh semangat dan bagaimana rekan-rekannya merespons. Selama turnamen ini semuanya berjalan dengan sangat baik. Sayangnya, dia tidak bisa bermain," kata Yakin.

Absennya Manzambi membuat Swiss kehilangan salah satu pemain yang tampil produktif sepanjang turnamen. Menghadapi Argentina, Swiss diperkirakan mengandalkan Breel Embolo, Ruben Vargas, dan Dan Ndoye di lini serang.(*)

Prediksi Susunan Pemain Argentina vs Swiss

Argentina: Martinez; Molina, Romero, Lisandro, Tagliafico; Paredes; De Paul, Enzo, Mac Allister; Messi, Lautaro

Swiss: Kobel; Zakaria, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Freuler, Xhaka; Vargas, Rieder, Ndoye; Embolo

 

Editor : Heri Sugiarto
#perempat final Piala Dunia 2026 #Argentina vs Swiss #Preview Argentina vs Swiss #Head to Head Argentina vs Swiss #lionel messi