Pantauan Padang Ekspres di pasar Raya Padang, kemarin (11/1), harga bawang merah tipe jumbo atau super naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram dari yang sebelumnya yakni Rp 25 ribu per kilogram. Untuk harga bawang merah lainnya yaitu bawang merah kecil atau grosiran, melonjak menjadi Rp 30 ribu per kilogram yang sebelumnya Rp 24 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang, Bagindo, 49, mengatakan, harga bawang merah tidak stabil semenjak awal tahun baru. Cuaca buruk pada tahun lalu masih menjadi penyebab naiknya harga bawang merah.
Dia menyampaikan, kenaikan harga bawang merah sudah terjadi semenjak seminggu yang lalu. Sejak minggu lalu hingga sekarang harga bawang merah konstan naik.
“Ini sudah naik semenjak awal tahun, tapi kalau dilihat lagi bawang merah ini memang harganya belum stabil bersamaan dengan bahan pokok lainnya. Walaupun libur tahun baru sudah selesai, harga bahan pokok seperti bawang merah masih tinggi,” katanya.
Cuaca buruk yang terjadi 1 bulan yang lalu menjadi penyebab naiknya harga bahan pangan tersebut. Karena hujan lebat menghambat kemampuan petani untuk melakukan panen dan mengakibatkan kekurangan pasokan barang.
“Cuaca memang menjadi hal penting bagi petani bawang merah, karena bawang merah itu sendiri setidaknya memerlukan waktu setidaknya 2 hingga 3 bulan untuk panen. Jadi itu sebabnya kenapa cuaca masih menjadi alasan harga bawang ini naik, karena akhir bulan kemarin cuaca memang belum stabil, jadi stok barang dari petani itu kurang,” ungkapnya.
Pedagang lainnya Anton, 37, mengatakan, sekarang ini harga barang pokok yang ada di pasar masih dalam keadaan tidak stabil, ini juga disebabkan oleh efek samping naiknya harga bahan-bahan pokok yang terjadi pada bulan lalu. Dimana harga beras dan telur mahal, jadi pedagang belum bisa menentukan harga rendah termasuk untuk bawang merah.
“Panen berkurang jadi stok barang berkurang. Ditambah pedagang juga belum pulih dari kenaikan harga pada bulan lalu, jadi harga jual harus dinaikkan untuk menghindari kerugian,” ujarnya.
Dia mengatakan, kenaikan harga ini tentu membuat masyarakat mengeluh, karena saat berbelanja terlihat banyak pembeli yang membatalkan belanja mereka setelah mengetahui harga bawang naik, dan ada juga yang membeli sesuai uang yang mereka miliki.
“Permintaan terbilang tinggi saat ini, tapi banyak pembeli yang mengubah cara beli mereka, dari biasanya beli 1 kilo sekarang itu mereka membeli 1/2 kilo. Ada yang beralih ke bawang impor atau grosiran yang kualitasnya beda dengan yang super, karena katanya harganya terjangkau,” jelasnya.
“Perkiraan untuk harga bawang merah ini sedikit susah, karena harga bawang merah juga berkaitan dengan bahan pokok lainnya. Kalau bahan lainnya masih tidak stabil bawang merah juga mengikuti, tapi kemungkinan kalau stok untuk bulan depan aman bisa jadi harganya turun,” tambahnya. (mg1) Editor : Novitri Selvia