Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Panggung Puisi Mahasiswa Sasindo Unand, Sempat Terhenti Namun Tak Berakhir

Hendra Efison • Jumat, 23 Juni 2023 | 11:38 WIB
Panggung Puisi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Unand di kampus Limau Manis.
Panggung Puisi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Unand di kampus Limau Manis.
PADEK.CO-- Melangkah dengan Syair, Berpacu Menyeruak Sastra, tema tersebut mampu “menyedot” kehadiran mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand, untuk memberikan apresiasi pada hajatan yang dibentang Himpunan Jurusan Sastra Indonesia Unand, di kampus Limau Manis, Sabtu (17/6) lalu.

Iven tersebut merupakan program tahunan Himpunan Jurusan Sastra Indonesia Unand. Pementasan kali ini digarap Sutradara Diva dan Asisten Sutradara Zhilan Zhalila.

“Kita akan terus mendekatkan dan menguatkan internal mahasiswa Sastra Indonesia Unand dari berbagai angkatan, terutama yang masih terhitung mahasiswa aktif. Dari namanya, Panggung Puisi, acara ini adalah bentuk apresiasi kepada para penulis puisi yang kemudian puisi-puisinya didramatisasi sutradara dari angkatan 20, diperankan mahasiswa angkatan 22,” kata Diva didampingi Zhilan, Jumat (23/6).

Di Panggung Puisi kali ini, panitia dari angkatan 21 membentuk 10 kelompok peserta yang memiliki sutradara dari angkatan 20 dan astrada dari angkatan 21. Lalu masing-masing sutradara diberikan pilihan puisi. Tahun ini, panitia memilih apresiasi puisi dari penulis aktif angkatan 2021, kemudian para sutradara akan memilih satu puisi yang akan diubah menjadi sebuah pementasan teater.

“Saya  senang adanya Panggung Puisi, sehingga banyak belajar dari senior dan kawan-kawan angkatan. Sekarang benar-benar terasa dekat, apalagi dengan sutradara Kak Diva dan Astrada Kak Zhilan,” ujar Bima usai pementasannya dengan puisi Bahu, Hati dan Rindu, karya Rido Caroko.

Meski setelah penampilan Bima, hujan turun, namun penonton masih setia menunggu hujan reda untuk kelanjutan acara, walau hampir memakan waktu 1 jam. Tetapi, tribun Medan Nan Balinduang, tetap ramai.

“Iya, acara sempat terhenti sebentar karena hujan. Tapi penonton masih ramai, mungkin karena doa para penonton juga hujan reda, ya,” ucap Agus Trio Nugraha yang bisa dipanggil Yoga, sebagai ketua pelaksana Panggung Puisi tahun ini.

Alhamdulillah, semua kegiatan dari seminar hingga pementasan berjalan lancar walau terhenti karena cuaca. Yoga lega dan sangat berterimakasih untuk semua yang terlibat, panitia, peserta, penonton semuanya yang sudah mendukung berjalannya Panggung Puisi 2023 ini. Semoga Panggung Puisi tahun berikutnya lebih meriah, ya. Ditunggu aja,” tutupnya. (*) Editor : Hendra Efison
#Zhilan Zhalila #Dramatisasi Puisi #Sasindo Unand #Puisi Mahasiswa #Panggung Puisi #Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand