Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tak Berhenti di Ikan Bilih, PT Semen Padang Luncurkan Revitalisasi Ikan Gariang Langka

Hendra Efison • Rabu, 2 Oktober 2024 | 20:12 WIB

Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, melepas ribuan benih ikan gariang di Lubuk Larangan, Kelurahan Tarantang, Lubukkilangan, Selasa (1/10/2024).
Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, melepas ribuan benih ikan gariang di Lubuk Larangan, Kelurahan Tarantang, Lubukkilangan, Selasa (1/10/2024).
PADEK.JAWAPOS.COM—PT Semen Padang tidak berhenti dengan mengembangbiakkan ikan bilih semata. Kali ini, pihak manajemen pabrik semen tertua di Asia Tenggara itu, membudidayakan ikan gariang. Kenapa?

“Ikan Gariang (Tor douronensis) yang dilepaskan ini tergolong langka dan memerlukan upaya budidaya untuk masa depan,” kata Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, di sela-sela kegiatan melepas ribuan benih ikan gariang di Lubuk Larangan, Kelurahan Tarantang, Lubukkilangan, Selasa (1/10/2024).

Ini juga upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. Makanya, PT Semen Padang, bagian dari SIG, meluncurkan Program Revitalisasi Ikan Gariang.

“Jadi kita melepas 2.500 ekor ikan gariang langka (Tor douronensis) di Lubuk Larangan, Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubukkilangan, Kota Padang,” ujarnya.

Oktoweri menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. “Ini bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan untuk mendukung ekonomi lokal,” timpalnya.

“Ikan Gariang yang dilepaskan ini tergolong langka dan memerlukan upaya budidaya untuk masa depan. Kami berharap masyarakat turut menjaga keberadaan ikan ini sebagai aset berharga," tambah Oktoweri.

Ia optimistis bahwa program ini tidak hanya melestarikan spesies langka, tetapi juga mengubah budaya lokal. “Semoga kehadiran Ikan Gariang di sini menarik lebih banyak wisatawan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya. (*)

Editor : Hendra Efison