PADEK.JAWAPOS.COM-Keluhan banyaknya oknum wartawan “nakal” terkesan mencari-cari kesalahan wali nagari, mengemukan dalam meet and great “Pelatihan jurnalistik bagi kepala desa/ wali nagari beserta staf dan jajaran se-Sumbar” angkatan IV di Fave Hotel Padang, kemarin (16/7).
Mestinya, harus ada keberanian wali nagari menghadapi situasi ini. Bila tidak, tidak tertutup kemunginan bersangkutan “memanfaatkan” wali nagari.
“Hal pertama harus dipahami, jangan takut. Bila tidak, kita bisa dimanfaatkan bersangkutan,” ujar Direktur Utama Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi yang didapuk membuka sekaligus menjadi narasumber pertama dalam pelatihan ini.
Dimoderatori Manager EO Two Efly, Nazir memaparkan trik-tirik menghadapi wartawan “nakal.” Nazir juga mengingatkan wali nagari, harus siap menghadapi situasi tersebut.
Termasuk, diminta wawancara. Bila tidak cepat disikapi, persoalan itu bisa menjadi “bola liar” dan kebenaran di tengah masyarakat.
“Banyak cara dilakukan oknum wartawan tersebut. Terutama, meng-upload di media sosial, online dan lainnya. Tujuannya, berita masih sumir itu menjadi viral dan tidak tertutup menjadi sebuah kebenaran di masyarakat,” ingat Nazir dalam pelatihan diikuti puluhan peserta dari berbagai nagari itu.
Sesuai UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, kata Nazir, seseorang merasa dirugikan berhak menyampaikan hak jawab dan harus dimuat pimpinan media. Bila tidak dimuat, layangkan somasi. Terakhir, laporkan ke Dewan Pers.
Bila menyangkut pekerjaan jurnalistik, biasanya Dewan Pers membantu menyelesaikannya. Bila sudah masuk ranah kriminal, biasanya diserahkan ke aparat hukum.
Diakui Nazir, kondisi sekarang banyak orang kesulitan membedakan mana berita hoaks atau sebenarnya. Malahan, sekarang ukuran berita itu tak lain viral atau tidak. Kalau sudah viral, orang tidak lagi memikirkan berita itu betul atau tidak. Dianggap sebuah kebenaran.
“Di sinilah sebetulnya peran strategis media mainstream. Berita-berita yang diterbitkan, hampir dipastikan sudah melalui validasi ketat. Saringannya mulai koordinator liputan, redaktur, redaktur pelaksana, wapemred dan pemred. Akurasinya, sudah tak bisa diragukan,” ujar Nazir di hadapan peserta pelatihan berlangsung selama tiga hari, 16-18 Juli mendatang.
Diakui Nazir, akhir-akhir ini program pemerintah semakin banyak di nagari, termasuk program koperasi merah putih. Nah, pelatihan bertajuk “Publikasi dan jaga desa membangun transparans, menumbuhkan kepercayaan masyarakat” ini, bentuk dukungan Padang Ekspres agar nagari bisa mempublikasikannya.
Darmansyah, Wali Nagari Sipayang, Kabupaten Solok mengakui bahwa tantangan yang dihadapi wali nagari sekarang ini semakin berat. Salah satunya, munculnya oknum wartawan nakal.
“Bagi kami pelatihan ini sangat berguna. Kami juga ingin mengenal dunia media, karena kami wali nagari banyak berhubungan dengan media dan lembaga lainnya,” kata Darmansyah.
Dia juga menanyakan beberapa hal terkait cara kerja media, bagaimana mengenali media dan cara menjalin komunikasi. “Bagi wali nagari di ini diperlukan,” sebutnya.
Di hari kedua pelatihan ini, hari ini (17/7) dijadwalkan menghadirkan narasumber dari Kejati Sumbar. Sesi ini, dibahas pengelolaan keuangan nagari sesuai aturan hukum.
Materi ini dinilai sangat penting, mengingat sekarang ini kasus-kasus hukum menjerat wali nagari sering terjadi. Selepas itu, pelatihan jurnalistik menghadirkan narasumber internal Tandri Eka Putra dan Eri Mardinal. (r/tep)
Editor : Novitri Selvia