Pantauan di lokasi menunjukkan sekitar 70 persen material atap JPO telah hilang, meninggalkan lubang besar yang membuat fasilitas tersebut tidak lagi melindungi pejalan kaki dari hujan maupun panas.
Selain kerusakan atap, lantai jembatan juga dipenuhi sampah plastik di sejumlah sudut, sehingga menambah kesan kumuh di kawasan pusat aktivitas ekonomi Kota Padang itu.
Seorang warga, Nasir (57), mengatakan kondisi JPO saat ini sudah tidak memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna.
“Sekarang sangat tidak nyaman. Saat hujan, tetap saja kehujanan karena atapnya sudah hampir habis,” ujar Nasir, Jumat (2/1/2026).
Keluhan serupa disampaikan Desmi (52), warga yang melintas bersama anaknya menuju area parkir Pasar Raya.
“Atapnya sudah banyak yang lepas. Tadi saya dan anak harus berlari karena air hujan langsung jatuh ke atas jembatan,” kata Desmi.
Menurutnya, keberadaan JPO sangat penting mengingat arus lalu lintas kendaraan di bawahnya cukup padat dan berisiko bagi pejalan kaki.
Hingga Jumat siang, belum terlihat adanya aktivitas perbaikan atau pembersihan dari instansi terkait terhadap fasilitas publik tersebut.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan atap dan pembersihan JPO guna menjamin keselamatan serta kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar Raya Padang. (CR3)
Editor : Hendra Efison