Kegiatan tahunan ini digelar sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pangan di tengah meningkatnya permintaan.
Bazar Ramadan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 10–13 Maret 2026, dan dapat dikunjungi masyarakat setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Acara pembukaan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri.
Turut hadir dalam seremoni pembukaan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Harneli Mahyeldi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar H. Novrial, serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi melalui pesan resmi yang disampaikan sebelumnya menyatakan bahwa bazar tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat selama Ramadan.
“Bazar ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan usaha lokal untuk tumbuh dan memperkuat perekonomian daerah,” ujar Mahyeldi dalam keterangannya yang diunggah melalui akun Instagram Diskominfotik Sumbar pada Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak diharapkan dapat menjaga distribusi barang tetap lancar sehingga harga bahan pokok tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Tahun ini, kegiatan bazar diikuti lebih dari 200 tenant atau pelaku usaha dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang telah melalui proses kurasi melalui pendaftaran daring.
Produk yang dijual sangat beragam, mulai dari bahan pangan pokok, kebutuhan harian, aneka takjil, minuman, kue lebaran, perlengkapan ibadah, hingga produk fesyen dan kriya hasil kerajinan lokal.
Selain menyediakan kebutuhan belanja, bazar ini juga menghadirkan sejumlah layanan publik yang terintegrasi di satu lokasi.
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan, pengurusan dokumen melalui gerai Dukcapil, layanan perizinan usaha, layanan perbankan, informasi sertifikasi halal, serta klinik konsultasi bagi pelaku UMKM.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar H. Novrial mengatakan bazar ini juga berfungsi sebagai instrumen komparasi harga bagi masyarakat ketika harga bahan pokok di pasar mulai mengalami kenaikan.
“Saat harga sembako di pasar mulai naik, bazar ini hadir dengan harga distributor sebagai penyeimbang agar warga memiliki pilihan harga yang lebih ringan,” ujar Novrial.
Ia menjelaskan bahwa komoditas utama yang diprioritaskan dalam bazar tersebut antara lain beras, minyak goreng, bawang, dan cabai.
Seluruh produk dijual dengan harga distributor atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga harga di lokasi bazar dapat lebih murah dibandingkan harga yang beredar di pasar konvensional.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis perbankan, di antaranya Bank Indonesia dan Bank Nagari yang turut memfasilitasi sistem pembayaran sekaligus memberikan literasi keuangan kepada pengunjung.
Pemerintah juga melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi barang selama bazar berlangsung untuk mencegah terjadinya aksi borong atau penimbunan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Kami bekerja sama dengan Satgas Pangan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus untuk melakukan pengawasan dan penindakan tegas jika ditemukan indikasi penimbunan,” kata Novrial.
Melalui penyelenggaraan Bazar Ramadan ini, Pemprov Sumbar berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa terbebani fluktuasi harga pangan.(*)
Editor : Hendra Efison