PADEK.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kota Padang menggelar Jambore Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang 2026 di ABG Water Park, Padang, Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 14 Juni 2026 itu diikuti sekitar 700 relawan KSB dari seluruh kecamatan di Kota Padang.
Jambore KSB menjadi ajang silaturahmi, peningkatan kapasitas, serta penguatan sinergi antarrelawan dalam mendukung penanggulangan bencana di Kota Padang.
Kegiatan ini digelar mengingat Kota Padang merupakan daerah yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai jenis bencana.
Pembukaan jambore dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Ketua DPRD Padang Muharlion, Sekretaris Camat Koto Tangah Bambang Sutrisno, serta unsur Forkopimda.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Padang juga menyerahkan sejumlah peralatan penanggulangan bencana kepada Kelompok Siaga Bencana.
Peralatan yang diserahkan meliputi 36 unit handy talky, 50 unit body harness, 36 unit chain saw, 51 unit helm vertical rescue, 53 stel life jacket, 14 unit pulley double, 50 unit senter standar safety, dan 14 roll tali karmantel.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan darurat bencana di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
Fadly Amran mengatakan bahwa relawan KSB selama ini berperan membantu masyarakat saat terjadi bencana dan menjadi mitra pemerintah dalam penanganan kebencanaan.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan Kelompok Siaga Bencana yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana. Jambore ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kemampuan, serta membangun semangat kebersamaan dalam mewujudkan Kota Padang yang tangguh terhadap bencana,” ujar Fadly Amran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan jambore menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan koordinasi antarrelawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Jambore KSB Kota Padang Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi antarrelawan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan koordinasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Relawan KSB merupakan kekuatan utama di tengah masyarakat yang harus terus diperkuat,” kata Hendri Zulviton.
Pemerintah Kota Padang menilai keberadaan relawan KSB penting untuk mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana di tingkat masyarakat.(*)
Editor : Heri Sugiarto