Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Cuaca Ekstrem Terjang Padang, Pohon Tumbang di 4 Lokasi, Rumah Warga Rusak Berat

Randi Zulfahli • Kamis, 18 Juni 2026 | 14:10 WIB
Rumah milik Syafrizal (50) di Bukit Gado-Gado, Padang Selatan, Padang, rusak diterpa angin kencang dan akhirnya ditimpa pohon tumbang, Rabu (17/6/2026).
Rumah milik Syafrizal (50) di Bukit Gado-Gado, Padang Selatan, Padang, rusak diterpa angin kencang dan akhirnya ditimpa pohon tumbang, Rabu (17/6/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – Cuaca ekstrem yang disertai hujan deras dan angin kencang memicu bencana pohon tumbang di empat lokasi Kota Padang, Rabu (17/6/2026) malam. Dari seluruh kejadian yang tercatat, kerusakan terparah terjadi di Kelurahan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan, ketika sebatang pohon Tarok berukuran besar menghantam rumah warga hingga mengalami rusak berat dengan nilai kerugian mencapai Rp65 juta.

Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Padang mencatat sedikitnya empat titik terdampak akibat cuaca buruk yang mulai melanda sekitar pukul 18.30 WIB. Selain merusak bangunan, pohon tumbang juga menghambat akses jalan masyarakat di sejumlah kawasan.

Rumah yang mengalami kerusakan paling parah diketahui milik Syafrizal (50), seorang buruh harian lepas yang tinggal di Jalan RT 02 RW 01, Kelurahan Bukit Gado-Gado. Pohon Tarok dengan panjang sekitar 25 meter dan diameter mencapai dua meter roboh dan menimpa bangunan tempat tinggal korban.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kondisi rumah mengalami kerusakan berat sehingga tidak lagi layak untuk dihuni.

Pohon Tumbang Padang Dominasi Dampak Cuaca Ekstrem

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan hujan lebat yang disertai angin kencang menjadi penyebab utama tumbangnya sejumlah pohon di berbagai wilayah Kota Padang.

Menurut Hendri, cuaca buruk mulai terjadi sekitar pukul 18.45 WIB. Namun, derasnya hujan dan medan yang sulit dijangkau membuat petugas belum bisa langsung melakukan penanganan pada malam kejadian.

“Karena kondisi hujan masih cukup deras pada malam hari dan akses menuju lokasi cukup sulit, proses penanganan tidak dapat dilakukan saat itu juga. Pembersihan baru dapat dilaksanakan pada Kamis pagi oleh personel BPBD Kota Padang,” kata Hendri, Kamis (18/6/2026).

Hasil asesmen tim reaksi cepat menunjukkan rumah milik Syafrizal mengalami kerusakan berat dan masuk kategori tidak layak huni. BPBD memperkirakan total kerugian material akibat kejadian tersebut mencapai Rp65 juta.

Empat Kelurahan Terdampak Hujan Deras dan Angin Kencang

Selain Bukit Gado-Gado, BPBD juga mencatat tiga titik pohon tumbang lain yang terjadi hampir bersamaan. Kejadian tersebut tersebar di Kelurahan Seberang Palinggam, Kelurahan Batang Arau, dan Kelurahan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

Di Seberang Palinggam, pohon tumbang juga menimpa rumah warga. Sementara itu, di Batang Arau dan Sungai Pisang, pohon roboh menghambat akses jalan masyarakat sehingga mengganggu mobilitas warga setempat.

Hendri menjelaskan BPBD bergerak bersama sejumlah unsur untuk mempercepat proses penanganan. Personel Satlinmas Satpol PP Kota Padang ikut membantu pembersihan di Batang Arau dan Seberang Palinggam.

Sementara itu, evakuasi pohon Tarok berukuran besar di Bukit Gado-Gado melibatkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BPBD Kota Padang yang dipimpin langsung oleh jajaran bidang kedaruratan dan logistik.

BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Penanganan di lapangan juga melibatkan Dinas Sosial Kota Padang, aparatur kecamatan dan kelurahan, Kelompok Siaga Bencana, serta masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan membantu warga terdampak.

Hingga Kamis siang, petugas gabungan masih melakukan pemotongan batang pohon menggunakan gergaji mesin serta membersihkan material yang berserakan di lokasi kejadian. Langkah itu dilakukan agar aktivitas masyarakat kembali normal dan risiko bahaya susulan dapat diminimalkan.

BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan lebat serta segera melapor jika menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.

“Potensi pohon tumbang dan bencana hidrometeorologi lainnya masih perlu diwaspadai, terutama saat hujan deras disertai angin kencang,” ujar Hendri.(*)

Editor : Hendra Efison
#pohon tumbang Padang #Hujan Deras Padang #Bukit Gado-gado #Cuaca Ekstrem Padang #angin kencang Padang