Bertempat di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam dalam agenda Peningkatan Kompetensi UMKM, Ketua Umum Dekranas Wury Ma’ruf Amin turut didampingi Sri Suparni Bahlil, Elizabeth Thohir, Endang Budi Karya, Soraya Zulkifli Hasan, Suzana Teten Masduki, dan Metty Herindra, serta Ketua Dekranasda Sumbar Harneli Mahyeldi, dan Ketua Dekranasda Padangpanjang Dian Puspita Fadly Amran.
Ketua Umum Dekranas Wury Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi terhadap Kementerian Investasi BKPM yang menginisiasi kegiatan. Ia menyebut, sektor UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, sektor UMKM memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat.
“Dalam upaya mengembangkan kompetensi UMKM Kriya, diperlukan sinergi kuat semua pihak seperti Dekranas, Dekranasda, pemerintah dan akademisi serta pelaku usaha. Kami mengajak seluruh lapisan untuk mengapresiasi UMKM kriya Indonesia,” ucap Wury, jelang membuka kegiatan tersebut sembari mengapresiasi ISI Padangpanjang dengan terselenggaranya agenda itu.
Harneli Mahyeldi yang memulai dengan pantun “banyak seniman lahir di ISI sudah menjadi tokoh-tokoh hebat, jika UMKM berkreasi dan berinovasi, Insya Allah omset akan meningkat pesat”, berharap kehadiran Dekranas pada momentum tersebut akan membawa dampak besar bagi kemajuan UMKM Kriya di Sumbar.
“Kehadiran Dekranas melalui agenda Peningkatan Kompetensi UMKM Kriya ini merupakan suatu momen yang sangat ditunggu-tunggu. Terutama pengrajin binaan di Kota Padangpanjang, terkait materi yang nantinya disampaikan para pemateri andal yang bermanfaat bagi UMKM dalam merintis usaha,” ujar Harneli.
Sementara itu, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Sri Suparni Bahlil menyebut kegiatan tersebut membuktikan bahwa ISI Padangpanjang menjadi bagian dalam mewujudkan pengrajin Kriya yang berdaya saing.
Pasca Covid-19, Sri Suparni mengatakan pemulihan ekonomi salah satunya pengrajin kriya dan tentu tidak akan membiarkan pengrajin berjuang sendiri untuk bangkit kembali. Dirinya menyebut Dekranas dan Dekranasda bersama perguruan tinggi hadir berkontribusi agar sektor kriya juga berkontribusi terhadap perekonomian bangsa.
“Selain agenda ini sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM, pilihan tempat di ISI Padangpanjang ini karena perguruan tinggi ini telah melakukan kontribusi nyata dalam pendampingan terhadap UMKM di banyak lokasi di Sumbar,” tutur Sri Suparni sembari menyebut ISI telah MoU dengan Kabupaten Solok.
Sementara itu Rektor ISI Padangpanjang, Dr Febri Yulika SAg MHum menyampaikan bahwa ISI Padangpanjang satu di antara tujuh perguruan tinggi seni di Indonesia dengan memiliki 21 Prodi S1 akademik dan terapan serta empat Prodi Pascasarjana dengan jumlah lebih kurang 4.500 mahasiswa.
Memiliki visi menjadi perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global yang menghasilkan ilmuan dan entrepreneur berbasis budaya, menjadikan Dekranas dan khususnya Dekranasda di Sumbar sebagai mitra strategis dalam upaya meningkatkan kompetensi UMKM sehingga mendorong kemampuan UMKM Kriya khususnya.
Kemitraan strategis ISI Padangpanjang dengan Dekranasda se Sumbar, diyakini sangat bermanfaat bagi UMKM dalam pengembangan diversifikasi produk melalui inovasi, manajemen, branding dan marketing produk sehingga meningkatkan daya saing.
“Di sinilah peran ISI Padangpanjang yang memiliki sumberdaya manusia (SDM) dalam melakukan pendampingan melalui program binaan dan pengabdian masyarakat. Peran nyata yang dilakukan ISI, menjadikan ‘Kampus Biru’ itu menjadi mitra strategis pada kegiatan workshop penguatan UMKM di Sumbar bersama Kemenkumham, Kementerian Investasi BKPM, Bank Indonesia, serta lainnya,” beber Febry.
Padangpanjang yang memiliki cukup banyak UMKM, ISI Padangpanjang dalam pembinaan UMKM khususnya di bidang Kriya telah berjalan sejak lama secara individual maupun kelembagaan secara tidak langsung.
“Kita juga baru saja menerima informasi, bahwa ISI Padangpanjang akan ditunjuk sebagai perpanjangan tangan Kementerian, yang akan ditandai dalam bentuk kerja sama sebagai mitra strategis penguatan kompetensi UMKM,” sebut Febry.
Sedangkan Wako Fadly Amran mengatakan Pemko Padangpanjang yang berbangga dengan titel kota pendidikan Serambi Mekkah, juga bercita-cita jadi kota tujuan. Salah satunya dengan menumpangkan UMKM karena hampir 80 persen ekonomi bergerak di sektor UMKM.
“Bersama ISI Padangpanjang, Pemko melakukan kerja sama pengembangan UMKM. Selain itu pengembangan juga dengan program Rumah Wirausaha, memberikan bantuan perizinan, infrastruktur, branding dan pelatihan serta lainnya,” ungkap Fadly. (wrd) Editor : Hendra Efison