Turut hadir Kepala Disdikpora Kota Pariaman, Kanderi dan inspektorat beserta jajarannya, kepala sekolah PAUD, SD, SMP se-Kota Pariaman. Dalam acara tersebut juga diisi dengan tausiyah oleh Tuangku Amril.
Sekdako Yota Balad dalam sambutannya mengatakan, untuk peningkatan karakter anak, dibutuhkan kedisiplinan dari kepala sekolah beserta guru PAUD, SD hingga SMP, berikan contoh yang baik kepada peserta didik.
“Bagi anak usia sekolah, guru bukan hanya menjadi sumber ilmu bagi mereka, tapi lebih dari pada itu guru juga adalah sosok figur yang menjadi panutan kedua setelah orang tua mereka,” ujarnya.
Guru dalam hal ini sangat berperan penting bukan hanya untuk mentransfer ilmu pengetahuan yang mereka miliki kepada para anak-anak didiknya, tapi guru juga mempunyai peran yang sangat menentukan dalam upaya membentuk watak dan karakter murid-muridnya, serta berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan anak-anak didik mereka menjadi manusia-manusia yang beretika dan berakhlak mulia.
Yota Balad juga menghimbau kepada seluruh ASN untuk bekerja dengan giat, jangan sampai setelah pemilu selesai ASN terpecah-belah.
Kepala Disdikpora Kota Pariaman, Kanderi, menyampaikan peringatan Isra’ Mi’raj ini digelar pertama kali di Musala Al-Hidayah yang berada di lingkungan Disdikpora dan Inspektorat Kota Pariaman.
“ Keberadaan Musala Al-Hidayah yang diresmikan oleh Wali Kota Pariaman beberapa bulan yang lalu ini sangat membantu guru-guru yang ingin berurusan dengan dinas, diwaktu sholat masuk mereka bisa singgah untuk salat lima waktu,” imbuh Kanderi.
Kanderi berharap kegiatan keagamaan semacam ini secara rutin dilaksanakan, selain untuk meningkatkan pemahaman tentang ilmu agama namun juga sebagai ajang silaturahmi antara guru dan pegawai di lingkungan dinas terkait.
Dalam kesempatan itu, jajaran Disdikpora, Inspektorat beserta kepala sekolah dan guru PAUD, SD, SMP secara bersama badoncek untuk melengkapi sarana prasarana musala tersebut dan terkumpul dana sebesar 17,5 juta rupiah. (*)
Editor : Hendra Efison