Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kolaborasi Nasional Perguruan Tinggi Farmasi Dorong Inovasi Teh Mengkudu di Kota Pariaman

Hendra Efison • Sabtu, 8 November 2025 | 21:39 WIB

Perguruan tinggi farmasi se-Indonesia berkolaborasi di Kota Pariaman, mengedukasi masyarakat tentang obat dan mengembangkan inovasi teh celup berbahan mengkudu lokal.
Perguruan tinggi farmasi se-Indonesia berkolaborasi di Kota Pariaman, mengedukasi masyarakat tentang obat dan mengembangkan inovasi teh celup berbahan mengkudu lokal.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kolaborasi Perguruan Tinggi Farmasi (PTF) se-Indonesia menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Talago Sariak, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sabtu (8/11/2025).

Agenda nasional ini diisi dengan penyuluhan penggunaan obat dan obat bahan alami, serta pelatihan pembuatan teh celup berbahan mengkudu.

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa profesi farmasis berperan langsung dalam memajukan kesehatan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi alam daerah.

“Ini adalah bukti bahwa farmasis tidak hanya berkutat di balik meja apotek, tapi juga aktif memajukan kekayaan alam kita. Kami berharap sinergi ini melahirkan produk kesehatan berbahan dasar mengkudu yang bisa mengangkat ekonomi masyarakat Pariaman,” ujar Mulyadi.

Kolaborasi Nasional Pertama di Bidang Farmasi

Kegiatan ini diikuti lebih dari 22 perguruan tinggi farmasi dari seluruh Indonesia. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas Fatma Sri Wahyuni, yang juga Ketua Rombongan, menyebut bahwa agenda di Pariaman merupakan pengabdian nasional kolaboratif pertama di Indonesia dalam bidang farmasi.

“Kegiatan ini bukan hanya edukasi tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar, tetapi juga bagaimana memanfaatkan tanaman obat di sekitar, seperti buah mengkudu yang kita olah menjadi teh celup,” jelas Fatma.

Menurutnya, inovasi teh mengkudu ini menjadi contoh penerapan ilmu farmasi berbasis kearifan lokal.

Mengkudu yang dikenal pahit dan beraroma kuat kini dapat diolah menjadi produk teh celup yang lebih praktis, berumur simpan panjang, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Inovasi Teh Mengkudu dan Dampak Sosial

Produk teh mengkudu hasil inovasi tim farmasi mengandung antioksidan dan antihipertensi alami.

Melalui proses pengolahan higienis dan penyajian dalam bentuk teh celup, bahan alami ini lebih mudah diterima masyarakat dan memiliki potensi menjadi produk unggulan khas Pariaman.

Baca Juga: Membangun Integritas dari Industri: Upaya PT Semen Padang Perkuat Budaya Antikorupsi Lewat Lomba Esai Nasional

“Tujuan kami adalah memberikan alternatif pemanfaatan mengkudu lokal yang bermanfaat bagi kesehatan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” kata Fatma.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya literasi kesehatan keluarga dan penggunaan obat yang bijak, baik kimia maupun tradisional.

Apresiasi Pemerintah Daerah

Wali Kota Pariaman yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Yalviendri, turut memberikan apresiasi terhadap kolaborasi nasional tersebut. 

“Edukasi tentang obat dan inovasi produk lokal seperti teh mengkudu ini sangat penting. Inovasi ini bukan hanya tentang kesehatan, tapi juga tentang bagaimana mengangkat potensi pangan lokal menjadi produk unggulan daerah,” ujar Yalviendri.

Model Sinergi Akademisi dan Masyarakat

Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari masyarakat setempat ini diharapkan menjadi model sinergi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi kesehatan berbasis alam.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyuluhan, tapi menjadi pemicu bagi masyarakat untuk lebih mandiri dalam memanfaatkan potensi alam dan mengelolanya secara ilmiah,” tutup Fatma Sri Wahyuni.(*)

Editor : Hendra Efison
#Farmasi Indonesia #inovasi obat alami #teh mengkudu