Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BUMDes Ampalu Makmur Kelola 10 Kolam Bioflok, Targetkan Untung Rp28,5 Juta per Tiga Bulan

Hendra Efison • Rabu, 11 Februari 2026 | 13:09 WIB

Wali Kota Pariaman Yota Balad menebar benih ikan lele di kolam bioflok BUMDes Ampalu Makmur, Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Selasa (10/2/2026).
Wali Kota Pariaman Yota Balad menebar benih ikan lele di kolam bioflok BUMDes Ampalu Makmur, Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Selasa (10/2/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Wali Kota Pariaman Yota Balad menebar ribuan benih ikan lele yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Ampalu dengan sistem bioflok di Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan ekonomi desa melalui sektor perikanan yang dikelola langsung oleh BUMDes sebagai unit usaha berbasis potensi lokal.

Yota Balad mengapresiasi langkah BUMDes Ampalu Makmur dalam mengelola potensi desa di bidang perikanan, yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Program budidaya ikan lele ini adalah bukti nyata BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Karena BUMDes memang diharapkan membuat kegiatan yang bisa menghasilkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan hasil budidaya ikan lele tersebut akan disalurkan ke dapur Makan Bergizi Gratis yang ada di Kota Pariaman, khususnya di Kecamatan Pariaman Utara.

“Kita usahakan dapur MBG di Kecamatan Pariaman Utara mengambil sumber makanannya dari Desa Ampalu. Dapur MBG ini banyak memerlukan bahan pokok untuk makanan anak-anak Kota Pariaman termasuk ikan lele dan sayur. Di lokasi budidaya ikan ini juga banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan dengan menanam sayur hidroponik,” jelasnya.

Ia berharap budidaya ikan lele tersebut berjalan lancar sehingga masyarakat merasakan manfaat langsung dari hasil produksi yang dipasarkan ke dapur MBG.

Gunakan Metode Akuaponik

Ketua BUMDes Ampalu Makmur, Syafri Hendri (49), menjelaskan bahwa pengelolaan budidaya dilakukan menggunakan metode akuaponik, yakni sistem pertanian berkelanjutan yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik dalam satu lingkungan yang saling menguntungkan.

Dalam praktiknya, BUMDes Ampalu Makmur mengoperasikan 10 kolam bioflok, dengan masing-masing kolam diisi sebanyak 3.000 ekor lele, sehingga total produksi ditargetkan mampu memberikan estimasi keuntungan sebesar Rp28,5 juta selama tiga bulan.

“Alhamdulillah dapur MBG di Kecamatan Pariaman Utara sudah mulai meminta ikan lele segar dan lele salai untuk bahan pokok dapur MBG. Selain itu, nantinya BUMDes juga akan menyediakan lele siap saji plus nasi dan bonus cah kangkung yang akan dipasarkan ke dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman. Kita juga targetkan Desa Ampalu menjadi desa penghasil ikan lele di Kota Pariaman,” pungkasnya.

Pengembangan budidaya lele berbasis bioflok dan akuaponik ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Ampalu melalui skema usaha desa yang terintegrasi dengan kebutuhan dapur MBG di Kota Pariaman.(*)

Editor : Hendra Efison
#Desa Ampalu Kota Pariaman #BUMDes Ampalu Makmur #Bioflok dan akuaponik #Yota Balad