Lebih dari 100 peserta, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga fotografer profesional, ikut serta dalam lomba fotografi bertema budaya dan sejarah Kota Padang.
Kepala UPTD Museum Adityawarman, Tuti Alawiyah, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengabadikan momen budaya yang menjadi identitas Kota Padang, termasuk tradisi khas seperti ‘bajamba’.
“Kegiatan ini bukan hanya lomba fotografi, tapi juga sarana mendokumentasikan tradisi agar bisa menjadi arsip bersejarah yang dinikmati generasi mendatang,” ujar Tuti.
Festival ini mendapat sambutan luar biasa, terutama dari generasi muda. “Anak-anak SD dan SMP ikut serta dan bersaing dengan fotografer dewasa, menandakan semangat mencintai budaya lokal sangat kuat,” tambah Tuti.
Talkshow dan Sesi Foto On The Spot
Sebelum lomba, peserta mengikuti talkshow “Peran Fotografi dalam Dokumentasi Budaya Kota Padang” pada 2 Agustus 2025 di Museum Adityawarman.
Acara ini menghadirkan narasumber dari pemerintah daerah, DPRD, akademisi, dan fotografer profesional.
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, menegaskan peran penting fotografi di era digital untuk mempromosikan budaya, pariwisata, dan memengaruhi kebijakan publik.
“Pemerintah daerah mendorong hadirnya ruang kreatif baru, termasuk menjadikan Museum Adityawarman sebagai area publik yang mendukung aktivitas komunitas,” kata Nanda.
Sesi foto on the spot berlangsung pada 3–8 Agustus 2025. Penilaian juri mencakup kesesuaian tema, kreativitas visual, dan teknik fotografi.
25 Karya Terbaik Dipamerkan di Puncak HJK
Dari lebih 100 karya, terpilih 25 karya terbaik yang dipamerkan di GOR Haji Agus Salim Padang pada 10 Agustus 2025.
Sepuluh pemenang diumumkan untuk dua kategori: umum (kamera DSLR/mirrorless) dan smartphone.
Pemenang Kategori Umum:
-
Feri Amanda
-
Mansurdin
-
Muhammad Noli Hendra
Harapan 1: Maizal
Harapan 2: Sheanny Ocmi Sakti
Pemenang Kategori Smartphone:
-
Fedo Fathur Rahmat
-
Beni Wijaya
-
Luvi Permata Suci
Favorit 1: Annisa Khairunniwati
Favorit 2: Taskira Zulia Putrisia
Para pemenang menerima piagam, hadiah uang tunai, dan kesempatan memamerkan karya di Museum Adityawarman sebagai koleksi dokumentasi budaya Kota Padang.
Kolaborasi untuk Pelestarian Budaya
Direktur Festival, Yuli Hendra Multi Albar, mengapresiasi dukungan pemerintah dan legislatif dalam terselenggaranya acara ini.
“Kolaborasi antara fotografer, pemerintah, dan DPRD sangat penting untuk keberlanjutan program budaya ini,” ujarnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto