Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Stasiun Padang Jadi Ikon Transportasi Hijau dan Inklusif, Topang Konektivitas dan Wisata Sumbar

Hendra Efison • Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:01 WIB

Stasiun Padang jadi ikon transportasi hijau KAI di Sumatera Barat, tingkatkan konektivitas, dorong wisata, dan terapkan energi bersih berkelanjutan.
Stasiun Padang jadi ikon transportasi hijau KAI di Sumatera Barat, tingkatkan konektivitas, dorong wisata, dan terapkan energi bersih berkelanjutan.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sumatera Barat kini semakin mudah dijelajahi berkat layanan kereta api yang menghubungkan berbagai destinasi wisata dan pusat aktivitas masyarakat.

Melalui Stasiun Padang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat menghadirkan layanan transportasi publik yang ramah, efisien, dan berkelanjutan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menjelaskan bahwa Stasiun Padang—atau Stasiun Simpang Haru—menjadi simpul utama layanan kereta di Sumatera Barat.

Stasiun ini melayani dua rute utama, yakni KA Minangkabau Ekspres menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan KA Pariaman Ekspres yang menghubungkan Kota Padang dengan Pariaman.

“Stasiun Padang bukan sekadar gerbang utama perkeretaapian, tetapi telah tumbuh menjadi ikon transportasi yang ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Reza, Senin (13/10/2025).

Ia menambahkan, layanan di Stasiun Padang telah dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan setara bagi semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas dan lansia.

“Kami berupaya menjadikan Stasiun Padang sebagai rumah kedua bagi masyarakat. Setiap elemen pelayanan kami rancang agar setiap individu dapat menikmati perjalanan yang optimal,” katanya.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan, KA Minangkabau Ekspres beroperasi dengan 12 perjalanan per hari, menyediakan total 2.400 tempat duduk.

Sementara KA Pariaman Ekspres yang melayani rute Pulau Aie–Naras beroperasi 10 kali per hari dengan total 4.240 kursi.

Hingga Triwulan III 2025, Stasiun Padang tercatat memiliki volume keberangkatan tertinggi di wilayah Divre II, mencapai 392.848 penumpang.

Angka ini menunjukkan peran strategis stasiun tersebut dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata, terutama ke Kota Pariaman dan destinasi unggulan lainnya di pesisir barat Sumatera Barat.

Tak hanya fokus pada layanan, KAI Divre II Sumbar juga berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan. Reza mengungkapkan, Stasiun Padang menjadi stasiun percontohan energi hijau di Sumatera Barat melalui penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 40,7 kWp yang mulai beroperasi sejak Desember 2024.

“Penerapan PLTS di Stasiun Padang merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam mengurangi jejak karbon. Energi bersih yang dihasilkan setara dengan manfaat menanam ratusan pohon dan mampu menekan emisi karbon dioksida setiap tahun,” tegasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diusung PT KAI di seluruh wilayah operasionalnya.

Dengan berbagai inovasi itu, Stasiun Padang kini bukan sekadar titik transit, melainkan ikon kemajuan transportasi publik Sumatera Barat. Melalui dukungan masyarakat dan komitmen berkelanjutan KAI, stasiun ini terus bertransformasi menjadi model transportasi hijau dan berorientasi pelayanan publik, sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan di Ranah Minang.(*)

Editor : Hendra Efison
#KA Minangkabau Ekspres #Stasiun Padang #KA Pariaman Ekspres #KAI Sumatera Barat #pariwisata sumbar