Kenaikan dipicu meningkatnya permintaan masyarakat dan terbatasnya pasokan dari petani pascabencana banjir dan longsor.
Pantauan Padang Ekspres, Rabu (24/12/2025), harga kacang panjang naik dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 per ikat. Terong ungu dan timun juga mengalami kenaikan dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.
Sementara itu, harga sejumlah sayuran hijau lainnya seperti kangkung, pakis, dan daun ubi masih relatif stabil di kisaran Rp3.000 per ikat.
Pedagang sayuran hijau, Hasanah Ilham (50), mengatakan pasokan sayur saat ini sangat terbatas, sementara jumlah pembeli meningkat menjelang Nataru. Kondisi tersebut memaksa pedagang mengambil langsung sayuran ke ladang petani.
“Barang susah keluar, peminat banyak. Kami sampai ikut mencabut sayur ke ladang petani supaya ada barang dijual,” ujar Hasanah.
Ia menjelaskan, kenaikan harga tidak hanya disebabkan faktor musiman Nataru, tetapi juga dampak banjir yang merusak lahan pertanian di sejumlah sentra produksi.
“Banjir kemarin banyak merusak tanaman petani. Sayur banyak yang rusak, hasil panen turun, jadi harga ikut naik,” katanya.
Menurut Hasanah, banjir dan longsor beberapa waktu lalu mengakibatkan banyak lahan terendam sehingga produksi sayuran menurun drastis dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar seperti hari biasa.
Selain itu, petani masih kesulitan kembali menanam karena kondisi lahan dan cuaca yang belum stabil.
“Cuaca tidak menentu. Banyak yang baru tanam, langsung mati karena kebanjiran,” tambahnya.
Pedagang lainnya, Yumna (43), mengaku kesulitan menentukan harga jual karena harga dari pemasok tidak menentu akibat stok terbatas.
“Harga kadang naik, kadang stabil. Stok sedikit, jadi harganya tidak menentu,” ujarnya.
Kondisi pasokan yang minim juga membuat pedagang harus bersaing mendapatkan stok agar lapak tetap terisi, karena sayuran yang masuk ke pasar jumlahnya terbatas dan cepat habis.(CR6)
Editor : Hendra Efison