PADEK.JAWAPOS.COM-Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas bersama Departemen Biologi Unand melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Danau Talang, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, melalui sosialisasi dan penyuluhan kualitas perairan, potensi ekowisata, dampak perladangan, serta penguatan kearifan lokal pada 12 Oktober dan 12 November 2025.
“Kami membawa mahasiswa untuk menguji langsung kualitas perairan dan mengunjungi kebun warga agar rekomendasi berbasis data sekaligus menghormati praktik lokal,” kata Ketua Tim Kegiatan, Dr. Jabang Nurdin, Jumat 5 Desember 2025.
Dr. Jabang Nurdin menyebut kegiatan Pengabdian, melibatkan mahasiswa pelestarian plasma nutfah Ilmu Lingkungan dan mahasiswa Biologi.
Dalam masa pengabdian, mahasiswa melakukan pengambilan sampel air dan biota, memperagakan cara uji lapangan, serta berdialog dengan petani di tepian danau mengenai teknik perladangan berkelanjutan yang telah berlangsung turun-temurun, mulai dari sayuran dataran tinggi hingga kebun campuran.
Imar, petani dan pengelola kebun sekitar Danau Talang, menjelaskan setiap tahap pengolahan lahan mempertimbangkan kondisi alam agar kesuburan tanah terjaga dan panen berkelanjutan, praktik yang menurutnya telah menjadi identitas kampung.
Tokoh niniak mamak Kampung Batu Dalam, Dt. Malin, menuturkan warga memahami titik pengambilan air minum yang aman, terutama di bagian tengah danau yang dalam dan terlindungi, pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Hasil uji Laboratorium Ekologi Hewan yang dipaparkan Dr. Jabang Nurdin menunjukkan biota perairan seperti plankton dan bentos serta parameter fisika-kimia—suhu, pH, DO, BOD5, nitrat, dan nitrit—masih di bawah ambang baku mutu lingkungan berdasarkan sampel 12 November 2025, sehingga perairan dinilai layak konsumsi secara umum.
Sementara itu, area tepian danau dimanfaatkan untuk operasional homestay dan vila yang berkembang, dengan pasokan air diangkut menggunakan mobil tangki, dan Danau Talang tetap berfungsi sebagai pengatur tata air alami, penjaga kelembapan lahan, serta penyangga keseimbangan ekosistem.
Di sisi pengelolaan wisata, warga membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk menjaga keasrian kawasan, sekaligus terlibat aktif dalam Festival Lima Danau yang menghadirkan seni, pameran UMKM, dan kuliner, termasuk Silek Tuo serta lamang hitam di Danau Talang.
“Ke depan kami akan memperluas pendampingan berbasis sains untuk ekowisata yang ramah lingkungan dan memperbarui pemantauan berkala kualitas air,” ujar Dr. Jabang Nurdin menutup kegiatan, menegaskan komitmen Unand mendukung pengelolaan danau berkelanjutan bersama masyarakat".(rel)
Editor : Tandri Eka Putra