Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sindiran Pohon Pisang, Jalan Rusak segera Diperbaiki

Putra Susanto • Selasa, 5 Mei 2026 | 10:00 WIB
Warga menanam pohon pisang di tengah jalan rusak di kawasan Balai Selasa, Lubukbasung, Kabupaten Agam, sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan berlubang yang belum diperbaiki. (PUTRA/PADEK)
Warga menanam pohon pisang di tengah jalan rusak di kawasan Balai Selasa, Lubukbasung, Kabupaten Agam, sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan berlubang yang belum diperbaiki. (PUTRA/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Aksi warga menanam pohon pisang di tengah jalan rusak di kawasan Balai Selasa, Lubukbasung, Kabupaten Agam, yang viral di media sosial, langsung mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam. Pemerintah menegaskan, kerusakan tersebut tidak diabaikan dan kini tengah dalam proses penanganan.

Ruas jalan yang dimaksud berada di jalur Padanglua–Manggopoh, tepatnya di kilometer 106+450. Hasil peninjauan menunjukkan kerusakan terjadi pada bagian gorong-gorong, sehingga membutuhkan penanganan teknis, bukan sekadar tambal sulam.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Agam, Ofrizon, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Dari hasil pengecekan, ditemukan kerusakan struktur yang harus ditangani secara menyeluruh.

“Kerusakan ada pada gorong-gorong, sehingga tidak bisa hanya ditutup permukaannya. Harus ada solusi teknis agar tidak berulang,” ujarnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Agam Benni Warlis telah menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat serta UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah III, mengingat status jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi.

Hasil koordinasi menyepakati penggunaan box culvert sebagai metode perbaikan. Metode ini dinilai lebih kuat dan mampu mengatasi persoalan drainase di lokasi tersebut. “Perbaikan akan segera dilakukan. Box culvert dipilih agar konstruksi lebih tahan lama,” kata Ofrizon.

Selain di Balai Selasa, sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Agam juga terpantau mengalami kerusakan, terutama berupa lubang di beberapa titik.

Untuk tahun ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyiapkan beberapa paket pekerjaan jalan, di antaranya ruas Manggopoh–Padanglua, Matur–Palembayan, dan Padang–Kotogadang. Pada ruas Manggopoh–Padanglua dialokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar.

Pemkab Agam memastikan penanganan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas. Survei lanjutan terus dilakukan untuk menentukan titik yang paling mendesak.

Pemkab juga mengimbau masyarakat untuk bersabar karena seluruh proses perbaikan membutuhkan tahapan dan perencanaan agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.

 

Pohon Pisang Jadi Simbol Protes

Pekan lalu, warga menanam pohon pisang di tengah jalan di Kecamatan Lubukbasung sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak. Aksi ini mencuat setelah diunggah akun Instagram @info_agam pada Minggu (26/4).

Lokasi penanaman berada di jalan provinsi dekat Pasar Balai Selasa, Nagari Kampungpinang. Pohon pisang diletakkan di badan jalan sebagai sindiran terhadap pemerintah karena kerusakan yang tak kunjung diperbaiki.

Kondisi jalan berlubang di lokasi tersebut dilaporkan telah berulang kali memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

Aksi ini memicu beragam reaksi dari warganet. Sejumlah akun bahkan menandai Bupati Agam Benni Warlis dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dalam kolom komentar. “Iyo lah parah Agam ko,” tulis salah satu akun.

Sorotan terhadap jalan rusak tidak hanya terjadi di Lubukbasung. Kondisi serupa juga dilaporkan di ruas lain, seperti Jalan Padanglua–Maninjau, yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat. (ptr)

Editor : Adriyanto Syafril
#Lubukbasung Agam #jalan rusak